Selasa, 14 Desember 2010

Mahoni (Swietenia mahagoni)

Klasifikasi: Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, tanaman ini termasuk dalam keluarga/familia Meliaceae. Tanaman yang di Indonesia dikenal sebagai mahoni ini mempunyai banyak nama sesuai dengan daerah atau negaranya. Di Bangli disebut sebagai mahagni. Di Belanda dikenal sebagai mahok. Orang Perancis menyebutnya acajou atau acajou pays, sementara tetangga kita (Malaysia) menamai tanaman ini cheriamagany. Lain lagi dengan orang Spanyol yang mengenalnya sebagai caoba/caoba de Santo/domingo. Di Indonesia sendiri tumbuhan berkayu keras ini mempunyai nama lokal lainnya, yaitu mahagoni, maoni atau moni. Asal usul tanaman ini dari Hindia Barat dan Afrika.
Morfologi Tanaman: Tanaman mahoni merupakan tanaman tahunan, dengan tinggi rata-rata 5 - 25 m (bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 m), berakar tunggang dengan batang bulat, percabangan banyak, dan kayunya bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3 - 15 cm. Daun yang masih muda berwarna merah dan setelah tua jreng..jreng.. bukan sulap bukan sihir, berubah menjadi hijau. Bunga tanaman mahoni adalah bunga majemuk, tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunganya lepas satu sama lain dengan bentuk menyerupai sendok, berwarna hijau. Mahkota bunga silindris, berwarna kuning kecoklatan. Benang sari melekat pada mahkota. Kepala sari berwarna putih/kuning kecoklatan. Tanaman mahoni ini baru akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Setelah berbunga, tahap selanjutnya adalah berbuah. Buah mahoni merupakan buah kotak dengan bentuk bulat telur berlekuk lima. Ketika buah masih imut berwarna hijau, dan setelah besar berwarna coklat. Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman. Buah yang sudah renta alias tua sekali kulit buahnya akan pecah dengan sendirinya dan biji-biji pipih itu akan bebas berterbangan kemana angin meniup. Bila jatuh ke tanah yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman mahoni generasi baru gitu lohh...
Syarat Tumbuh dan Perbanyakan: Tanaman mahoni ini merupakan tanaman tropis dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai. Tanaman ini menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung (tidak ternaungi). Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan banting, maksudnya... tahan hidup di tanah gersang. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, bisa juga dengan cangkok atau okulasi. Untuk tanaman mahoni yang akan digunakan sebagai tanaman obat, maka tidak boleh diberi pupuk kimia (anorganik) maupun pestisida.
Pemanfaatan: Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh. Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi). Dan sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua (primadona utamanya tetep jati donk..). Untuk mahoni yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan. Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang kabur setelah diobati dengan biji mahoni ini. Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan. Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akan digunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk.

Senin, 13 Desember 2010

KECIPIR, KACANG MULTI KHASIAT



Tanaman kacang-kacangan telah lama dikenal di bumi Nusantara ini. Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati yang saling melengkapi yang dapat dikombinasi dengan biji-bijian yang lain seperti beras maupun gandum. Komoditi ini juga ternyata potensial sebagai sumber zat gizi . Selain protein, yaitu mineral , vitamin B, carbohidrat dan serat makanan.Disamping diolah secara tradisional dengan cara direbus, dikukus, digoreng, disayur, sebenarnya potensi penggunaannya sangat luas untuk menghasilkan produk baru misalnya sebagai bahan baku tepung campuran ( flour mix ) yang dapat digunakan dalam pembuatan berbagai produk makanan termasuk makanan bayi.

Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanaman kacang-kacangan dengan berbagai variasi dalam bentuk ,warna, ukuran yang sebenaranya potensial untuk dijadikan sebagai sumber gizi dalam menu sehari hari makanan sehat bergizi dan berimbang. Kandungan serat tanaman kacang-kacangan tinggi, maka kacang-kacangan dapat dijadikan sumber serat dalam menu makanan kita sehari-hari yang mana tak kalah dibanding dengan serat makanan dalam buah-buahan dan sayuran yang dikenal dapat mencegah timbulnya kanker dan sebagainya ( Sutrisno Kusworo, 2008 ). Memang telah banyak dilakukan untuk mengangkat kacang-kacangan lokal Indonesia, seperti kacang kecipir, kacang tunggak, ( kacang tolo ) ,kacang jogo dan koro-koroan. Tetapi hasilnya ternyata masih belum memuaskan , artinya belum merakyat apalagi disejajarkan dengan kacang kedelai yang dengan bekennya dibuat tempe sebagai makanan rakyat. Di masyarakat usaha pembuatan tempe jenis kacang kedelai mendominasi hal ini meski kebutuhan bahan baku ini harus diimport dari mancanegara.

Nilai gizi kacang-kacangan memberikan sekitar 135 kkal per 100 gram bagian yang dapat dimakan . Jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100 gram ( 1 ons ) , maka jumlah itu akan mencukupi sekitar 20 % kebutuhan protein dan 20 % kebutuhan serat per hari . Menurut ketentuan pelabelan internasional, jika suatu bahan / produk pangan dapat
menyumbangkan lebih dari 20 % dari kebutuhan suatu zat gizi per hari, maka dapat dinyatakan sebagai bahan atau produk pangan yang tinggi akan gizi tersebut ( Sutrisno Kusworo, 2008 ).

Dengan teknologi pengolahan yang semakin maju kacang-kacangan tidak hanya diolah dengan cara-cara tradisional tetapi dapat dibuat ingredient misalnya tepung, konsentrat atau isolat protein. Kelebihan dari pengolahan ini adalah apabila dicampurkan dengan tepung beras atau gandum produk ingredient tersebut dapat memberikan sifat-sifat fungsional yang dikehendaki. Protein dalam tepung kacang-kacangan dapat memberikan sifat pengemulsi minyak yang baik, membentuk busa , membentuk gel, menangkap atau menahan air dan mempunyai warna dan bau yang dapat diterima. Contoh pengolahan tepung dari kecambah ternyata dapat menghilangkan berbagai senyawa anti gizi didalamnya, dapat mempertahankan mutu proteinnya dan mengandung Vit C yang cukup tinggi. Kacang-kacangan dapat juga digunakan sebagai bahan utama atau bahan tambahan dalam fermentasi berbagai makanan misalnya kecap, tempe, tahu dan dapat juga sebagai bahan baku pembuatan bermacam-macam snack. Keunggulan mengkonsumsi makanan yang bersumber kacang-kacangan , memang ada penelitian yang telah dilakukan , ditemukan berbagai masalah dalam pemanfaatan kita mengkonsumsi seperti tripsin inhibitor, lektin atau hemaglutinin, tanin dan filtrat dapat dihilangkan dengan pemasakan dan cara pengolahan yang benar. Masalah timbulnya flatulensi ( kembung perut ), keterbatasan kandungan sitein dan metionin dan lamanya waktu pemasakan telah dapat diatasi dengan baik.

Untuk menumbuhkan minat masyarakat agar senantiasa menyertakan kacang-kacangan dalam menu makanan kita sehari-hari, perlu kiranya masyarakat diberikan informasi tentang hal tersebut dengan benar. Sehingga masyarakat bisa dan terbiasa mau mengkonsumsi kacang-kacangan karena pemahaman nilai gizi yang sangat kita butuhkan demi hidup layak dan sehat.

A. Deskripsi Tanaman Kecipir
Tanaman kecipir ( Psophocarpus tetragonolobus ) merupakan tanaman tropis yang jumlahnya sangat melimpah di negara agraris, contohnya di Indonesia. Kecipir berasal dari Indonesia bagian timur. Di Sumatera dikenal sebagai kacang botol atau kacang belingbing / kacang embing, jaat ( Sunda ), kelongkang ( Bali ), biraro ( Ternate ), cubilet ( Banda ) dalam bahasa inggris disebut Winged bean. Tanaman kecipir mudah untuk dibudidayakan ,. Umumnya masyarakat menanamnya hanya untuk sekedar penutup pagar. Hal ini dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari kecipir masih kurang.Dibanding dengan hasil produksi dari kacang tanah , kecipir cukup menjanjikan. Produksi kecipir mencapai 2.380 kg /ha, sedangkan kacang tanah dan kedelai masing –masing hanya 1.000 kg /ha dan 900 kg/ha ( Rismunandar,1986 ).

1. Klasifikasi

Dalam kalasifikasi dunia tumbuhan, tanaman kecipir diklasifikasi sebagai berikut:
Devisi : Spermatophyta
Sub devisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Rosales
Suku : Papillionaceae
Marga : Psophocarpus

2. Habitat dan Cara tumbuh

Tanaman kecipir merupakan tanaman tahunan, tumbuh menjalar di atas tanah atau merambat pada tanaman lain atau dapat juga dibuatkan penyangga untuk merambat, bunga mampu menyerbuk sendiri. Kecipir cocok ditanam di negara kita , dari dataran rendah hingga dataran tinggi ( sampai ketinggian 1600 m dpl ) kecipir dapat tumbuh. Tanaman kecipir bisa hidup ditanah dengan bahan organik rendah, lempung, berpasir, maupun tanah kering.
3. Batang kecipir
Batang bulat beralur, beruas dan berwarna hijau.

4. Daun

Daun majemuk berbentuk segitiga, beranak daun tiga, ujung lancip pangkal tumpul,
tepi rata dengan panjang kurang lebih 7- 8,5 cm pertulangan menyirip, letak berseling , tangkai daun bulat beralur, bagian atas berlekuk memanjang, pangkal dan ujung menebal , berwarna hijau dengan noda-noda kuning.

5. Sistem perakaran

Tanaman kecipir memiliki akar tunggang berwarna putih kecoklatan.

6. Buahnya

Buahnya berpolong dengan 4 siku yang bersayap atau bergelombang.

7. Biji kecipir

Bentuk bulat warna hitam kecokelatan. Memiliki kulit biji keras karena mengandung
hemiselulosa dan selulosa.
B. Nilai Gizi Kecipir Hubungannya dengan Kesehatan
1. Kandungan zat gizi.
Gizi adalah zat atau unsur-unsur kimia yang terkandung dalam makanan yang diperlukan untuk metabolisme di dalam tubuh secara normal.

a. Karbohidrat & Protein

Biji kecipir tua komposisi gizinya paling baik. Mengandung protein, lemak , karbohidrat, vitamin dan mineral cukup tinggi dibanding polong muda , umbi maupun daunnya. Protein dan karbohidrat biji kecipir bahkan mengungguli kacang tanah dan hampir setara kacang kedelai.

b. Asam amino

Asam aminonya hampir sama dengan kedelai, sebagaii sumber protein yang baik. Namun pada biji kecipir juga kekurangan asam amino seperti sistein,methionin, triftofan, sehingga pemanfaatan protein oleh tubuh kurang efisien. Kecipir kaya akan asam amino Lisin
mencapai 413 – 600 mg per 100 g N, sedang pada kedelai hanya 399 mg per 100 g N. Asam amino lisin berperan penting dalam proses pertumbuhan. Untuk menutupi kekurangan asam amino lisin dapat dikombinasikan bahan pokok lain seperti beras, jagung, dan umbi-umbian, karena itu biji kecipir layak dijadikan lauk sebagai hidangan

c.Vitamin.

Vitamin : Betakaroten, thiamin, riboflavin, niasin, asam askorbat.Tokoferol : dalam
minyak biji kecipir dapat mengkatalis Vitamin A

d.Mineral.

Mineral : kalsium ( 2,3 g ) , magnesium (2,25 g ),kalium ( 1,10 g ) , fosfor ( 4,5 g )dan besi ( 10,8 g dapat mengatasi /mencegah anemia ) Baik untuk ibu hamil maupun menyusui.
e.Sumber serat
Jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100 gram ( 1 ons ) , maka jumlah itu akan mencukupi sekitar 20 % kebutuhan protein dan 20 %
kebutuhan serat per hari .
2. Kandungan Zat Lain Bukan Gizi

a. Bau Langau
Biji kecipir menghasilkan bau langau, menyebabkan hasil olahan makanan ini belum dapat diterima di masyarakat luas. Bau langau disebabkan oleh aktivitas Enzym lipoksigenase yang secara alami terdapat pada kacang-kacangan.Perendaman biji selama empat jam diikuti dengan pengukusan pada suhu 100 derajat celcius selama 10 menit, sudah cukup untuk menginaktifkan enzym lipoksigenase dan memperbaiki bau pada olahan ini.
b.Kandungan racun
Biji dan daun kecipir mengandung racun flavanoid, saponin dan tanin.

3. Manfaat bagi kesehatan


a. Pelangsing tubuh dan gairah seksual.

Oleh masyarakat Arab, Pakistan dan China , biji kecipir dapat dijadikan obat tradisional yaitu untuk kesehatan kulit, pelangsing tubuh dan peningkat gairah seksual.

b.Obat sariawan

Di Indonesia umbi kecipir dapat dijadikan sebagi obat sariawan dengan cara ditambah gula batu.

c.Obat kebugaran tubuh / pemulih energi

Daun kecipir yang berwarna gelap dapat dijadikan sebagai obat pemulih energi / kebugaran tubuh.

d. Turunkan LDL , Naikkan HDL

Selain protein, lemak biji kecipir relatif tinggi sekitar 15-20 %. Sekitar 71 % nya merupakan asam lemak tidak jenuh, terutama asam linoleat, Asam linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh omega 6. Asam lemak omega 6 ( dari biji-bijian ) dan omega 3 ( ikan laut ) dibutuhkan untuk kesehatan tubuh yang prima. Lemak dalam kecipir terdiri atas asam lemak tak jenuh yang bermanfaat menurunkan kadar total kolesterol. Sementara lemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol adalah lemak jenuh yang banyak terdapat pada daging. Lemak
tak jenuh mampu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL. LDL disebut kolesterol jahat karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah, LDL merupakan pembawa kolesterol terbanyak, yaitu kurang lebih 60 persen dari total plasma , HDL disebut kolesterol baik, HDL dapat membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati,
C. Macam-macam produk olahan

1. Polong muda, daun dan bunga kecipir

Kecipir merupakan tanaman pangan multimanfaat.Hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan oleh kita sebagai bahan pangan setiap bagian dari tanaman ini selalu ada manfaatnya, buahnya /polong yang masih muda, bunganya dapat dijadikan sayur atau sebagai lalap , direbus atau dicampur sayuran lain sebagai sayur asam, sayur
lodeh, urap, karedok, pecel, gado-gado, ditumis atau dioseng dibuat salad atau sup. Disamping dapat dibuat sayur bunga kecipir dapat diolah menjadi bumbu, rempah-rempah, permen, dan bahan pewarna alami.

2. Biji kecipir

Biji kacang kecipir sama dengan biji kacang kedelai atau kacang-kacangan yang lain biji dapat diolah menjadi tempe . Pembuatan tempe kacang kecipir yang dikombinasi dengan beras dapat diolah menjadi tempe yang tinggi protein.

3. Umbi kecipir

Umbi dari kecipir rasanya agak manis, daging berwarna putih gading, berserat kokoh seperti apell tetapi bau kurang sedap , umbi ini dapat dolah sebagai bahan pangan yang kaya akan zat gizi.


DAFTAR PUSTAKA

Margono, T, Suryati, D, Hartinah, S, 1993, Buku Panduan Teknologi
Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI
bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation.

-----------------Guna kecipir. Selera, X (4), April 1991: 44-46

.----------------Profil industri tauco Jakarta : Proyek Bimbingan dan Pengnembangan Industri Kecil, Departemen Perindustrian, s.a

Rais , S. A, 2004, Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor

Zuraida, N, Somantri, I,H. Silitonga, T,S, Budiarti, S, G. Hadiatmi, Minantyorini, Sri Widowati, dan A. Hidayat, 2001,Evaluasi Sifat Fisiko Kimia dan Fungsional Plasma Nutfah Tanaman Pangan. Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Selasa, 16 November 2010

Galeri Photo Komcita (1)

Lengkeng Itoh berbuah lebat

 Lengkeng Itoh berbuah lebat(2)
 Jeruk Tebas







Dragon fruit

Kamis, 30 September 2010

Buah Tidak Normal, Kenapa?


Rasa senang muncul ketika kita melihat pohon yang kita tanam dan tunggu bertahun-tahun ternyata sudah mulai berbuah, tapi setelah menjelang panen kekecewaan muncul melihat buah yang diharap-harapkan banyak yang afkir/rusak akibat buah yang bentuknya tidak normal (abnormal).Mengapa hal ini terjadi, apa yang salah? padahal selama ini kita melakukan perawatan sudah intensif, pemupukan sudah rutin dan menggunakan pupuk yang mahal...
Bentuk buah yang tidak normal, seperti bentuknya kecil dari biasanya, warna, rasa dan ketebalan daging menjadi berbeda atau buah menjadi pecah-pecah dan sebagainya. Bentuk buah seperti ini digolongkan sebagai bentuk buah yang tidak normal yang timbul sebagai akibat adanya kelainan atau gangguan fisiologis. Kelainan Fisiologis menurut buku Mengatasi Buah Rontok,Busuk dan Berulat (M.Baga Kalie, 2000) adalah terjadi akibat adanya ketidakseimbangan metabolisme yang dirangsang oleh suatu penyebab sehingga menimbulkan pelbagai gangguan atau kerusakan pada sel atau jaringan.Beberapa Penyebabnya diantaranya adalah kekurangan atau kelebihan hara, iklim yang tidak serasi, dan polusi udara atau gas.

Jumat, 24 September 2010

ULAT API, CANTIK TAPI PERUSAK SAWIT




Ulat Api (Setora nitens Wlk) merupakan salah satu hama yang berpengaruh dalam kelangsungan budidaya. Bagaimana tidak? Hama ini sering sekali menyerang areal pertanian. Sekitar tahun 2007 saja, hama ini dapat menyerang 500 ha kelapa sawit. Tentu saja kerugian yang ditumbulkan sangat besar.

Ulat ini disebut ulat api karena jika bulunya mengenai kulit akan menyebabkan rasa panas yang luar biasa. Ulat ini termasuk ke dalam ulat yang rakus, karena memakan semua jenis tanaman. Tanaman sering menyerang tanaman kelapa sawit, kelapa, jeruk, teh, kopi dan tanaman lainnya.

Di areal budidaya ulat ini ditemukan dengan berbagai macam warna antara lain hijau kekuningan, kuning orange atau merah orange. Pada tubuhnya juga sering terdapat bercak-bercak warna seperti hitam, kuning dan merah. Dengan warna yang sedemikian ulat ini kelihatan cantik, walaupun sebenarnya sedikit berbahaya.

Pada punggung ulat ini terdapat bulu-bulu yang runcing. Bulu tersebut tumbuh berbaris membentuk garis sejajar dari kepala hingga ke ekornya. Pada kedua ujungnya terdapat bulu dengan ukuran lebih panjang. Bulu-bulu inilah yang jika terkena kulit menyebabkan rasa panas dan biasanya diikuti dengan membengkaknya bagian yang tertusuk.

Seperti ulat yang lain, ulat ini juga merupakan proses metamorfosis. Setelah berbentuk ulat, dalam waktu 25-40 hari dia akan berubah menjadi kepompong. Kepompongnya berwarna coklat dengan ukuran 10-15 mm. Masa berkepompongnya berkisar antara 20 sampai 30 hari. Setelah menjadi kepompong akan terbentuk ngengat berwarna coklat sedikit keabu-abuan. Ngengat betina dewasa dapat bertelur mencapai jumlah 300 butir.

Selasa, 29 Juni 2010

SAWIT PUN SUDAH MULAI TINGGI


Tidak terasa setahun setengah sudah umur Sawit yang Kami rawat, Sawit udah mulai kelihatan tinggi. Memang mengasikkan jika kebun terdiri dari beraneka jenis tanamannya, kalau lagi bete di tanaman yang ini bisa seger kembali jika melihat tanaman yang lain apalagi jika ada buahnya...asyik..
Alhamdulillah tanaman Sawit yang dirawat tumbuhnya subur, hijau dan menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, kalau tidak salah prediksi mungkin setahun lagi sudah belajar berbuah...hore...semua jenis tanaman sudah berbuah semua.. mulai jeruk, Lengkeng, Buah Naga dan yang terakhir Sawit....Mahoni dan Sungkai sih... masih beberapa puluh tahun lagi baru bisa dipanen.....Tanaman Kayu sih...lama nunggunya...tapi tetap asyik.... 3 sampai 5 tahun lagi kebun kita PT. MJL akan menjadi sumber Oksigen terbesar di Sambas..mudah-mudahan....

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA



Tanaman Buah Naga sebenarnya termasuk tanaman yang tahan banting dan relatif mudah perawatannya. Tetapi tentunya dalam budidaya selalu ada gangguan hama dan penyakit yang menyerang yang bisa mengakibatkan hasil produksi yang tidak maksimal dan bisa mengalami kerugian. Oleh karena itu harus diperhatikan apabila anda menjumpai gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah naga.

Adapun gangguan hama yang menyerang tanaman buah naga yaitu :

Tungau
Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari hijau menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.

Kutu Putih
Tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug) pada permukaan batang atau cabang akan berselaput kehitaman dan terlihat kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada cabang yang diserang. Biasanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.

Kutu Sisik
Hama kutu sisik (Pseudococus sp.) umumnya berada pada bagian cabang yang tidak terkena matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini akan terlihat kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan penyemprotan Kanon dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu putih pada sela-sela tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar matahari.

Kutu Batok
Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan mengisap cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya juga bisa menggunakan cara yang sama dengan pengendalian hama kutu putih dan kutu sisik.

Bekicot
Hama bekicot sangat merugikan tanaman buah naga karena merusak batang atau cabang dengan menggerogotinya dan dapat mengakibatkan cabang busuk. Hama ini disebabkan karena kebersihan kebun yang kurang terjaga.

Semut
Pada umumnya semut akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna coklat yang tentunya harga buah akan menurun dengan kualitas seperti itu. Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr air.

Burung
Gangguan burung pada buah naga umumnya jarang terjadi dan tidak perlu dikuatirkan. Biasanya menyerang buah yang telah masak pada bagian atas.

Penyakit Buah Naga
Penyakit yang menyerang tanaman buah naga terhitung tidak banyak jenis dan penyebabnya. Meskipun demikian, jika tanaman terserang harus segera diatasi agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Berikut ini penyakit buah naga dan penyebabnya serta tindakan pengobatannya :

Busuk Pangkal Batang
Penyakit ini umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini sering terjadi pada bibit setek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan.

Pengobatan tanaman buah naga yang terserang penyakit ini dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang terserang.

Untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan pengairan yang disertai dengan penyemprotan fungisida dan Atonik didaerah pangkal batang pada tanaman yang berumur 30 hari pada awal penanaman.

Busuk Bakteri
Gejala tanaman buah naga yang terserang penyakit ini adalah tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas sp. Pengobatannya dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada lubang tanam diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.

Fusarium
Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara lain cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Benlate dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang.

Pegagan Kecil Bentuknya, tapi Gede Khasiatnya


Pegagan tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sebagai penutup tanah diperkebunan dan dipekarangan sebagai tanaman sayur. Pegagan berasal dari Asia tropik, menyukai tanah yang agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung, dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2.500 m dpl.
Terna, menahun, tidak berbatang, mempunyai rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap, panjang 10-80 cm, akar keluar dari setiap buku-buku, banyak percabangan yang membentuk tumbuhan baru. daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar yang terdiri dari 2-10 helai daun. Helaian daun berbentuk ginjal, tepi bergerigi atau beringgit, kadang agak berambut, diameter 1-7 cm. Bunga tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bunga bersama-sama keluar dari ketiak daun, berwarna merah muda atau putih. Buah kecil, bergantung, berbenuk lonjong, pipih, panjang 2-2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. Daunnya dapat dimakan sebagai lalap untuk penguat lambung. Pegagan dapat diperbanyak dengan pemisahan stolon dan biji.
Sifat dan Khasiat
Herba rasanya manis, sifatnya sejuk, berkhasiat tonik, antiinfeksi, antitoksik, antirematik, penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuerik ringan), pembersih darah, memperbanyak pengeluaran empedu, pereda demam (antipiretik), penenang (sedatif), mempercepat penyembuhan luka, dan melebarkan pembuluh darah tepi (vasodilator perifer). Khasiat sedatif terjadi melalui mekanisme kolinergik di susunan syaraf pusat
Kandungan Kimia
Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral (seperi garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi) zat pahit vellarine dan zat samak.
Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktivitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside berperan dan senyawaan sejenis juga berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum, pegagan berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya
Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah herba (seluruh bagian tanaman kecuali akar)
Indikasi
Herba digunakan untuk pengobatan:
Radang hati disertai kuning (hepatitis ikterik akut), pembengkakan hati
Campak (=measles, =morbili, =rubeola/li>
Demam, sakit tenggorokan, selalu merasa haus
Asam, bronkitis, radang pleura (pleuritis)
Radang mata merah
Kelutihan (leukore)
Infeksi dan batu saluran kencing
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Bengkak terpukul (memar) nyeri
Rheumatism, rheumatoid arthritis
Perdarahan (muntah darah, batuk darah, kencing darah, mimisan)
Wasir
Sirkulasi pembuluh sarah balik yang buruk
Sakit perut, disentri
Cacingan
Tidak nafsu makan
Lepra (Morbus Hansen), tuberkolosis
Keracuanan makanan (seperti jengkol, udang, kepiting)
Keracunan bahan kimia (gelmisium elegans, arsen dan obat-obatan)

Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, cuci 30-60g herba segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Cara lain, giling herba sampai halus, lalu peras dan air perasannya diminum. Bisa juga, seduh 1-2g bubuk kering dengan air panas. Setelah dingin minum sekaligus. Untuk mengobati keracunan, jus 500-1.500 g herba pegagan segar, lalu minum sekaligus.
Untuk Pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit, seperti pada bisul, luka bakar, luka bernanah, tuberkulosis (TBC) kulit, herpes zoster, eksim, dan gigitan ular. Cara lain, rebus herba segar dan gunakan air rebusannya sebagai obat kumur pada sariawan atau mencuci luka berdarah dan bernanah. Ekstrak minyaknya dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.

Sabtu, 01 Mei 2010

Perangkap Serangga (Yellow Trap)


Monitoring hama yang menyerang tanaman harus dilakukan sesering mungkin agar didalam pengendalian Hama dilapangan dapat tepat sasaran dan bahan yang digunakan, tidak asal semprot ternyata berujung pada pemborosan biaya.Untuk mengamati hama yang menyerang kebun kita selain dengan melihat langsung hama yang menyerang bagian tanaman kita dapat pula menggunakan alat bantu berupa alat Perangkap Kuning (Yellow Trap), yaitu perangkap yang berwarna kuning sehingga dapat menarik serangga dan menjeratnya karena telah diolesi dengan lem. Hama yang dapat diperangkap dengan hama ini antara lain Kutu loncat, trips, kutu daun, dan semua golongan serangga yang tertarik dengan gelombang yang dipancarkan benda yang berwarna kuning.
Cara pembuatan Perangkap Kuning adalah sebagai berikut :
Bahan terdiri dari paralon 4 inci yang dipotong-potong sepanjang 25 cm, "Scot light" berwarna kuning yang mempunyai panjang gelombang lebih kurang 450 berukuran panjang 30,2 cm dan lebar 20 cm dan plastik transparan berukuran folio atau dapat pula menggunakan plastik mika yang berwarna kuning mengkilat dan warna transparant.Bagian atas dan bawah potongan paralon dicat warna hitam setinggi 3 cm dengan maksud agar lebih kontras (atau dapt menggunakan lakban hitam).
Plastik kuning direkatkan melingkar pada paralon dan dipaku pada bagian ujung tiang kayu dibagian dalam paralon. Kemudian dipasang dalam posisi berdiri diantara pohon-pohon setinggi kanopi tanaman. Dalam satu hektar tanaman diperlukan 10-14 perangkap kuning. Plastik transparant yang telah dilapisi lem perangkap tikus atau dapat pula menggunakan minyak goreng yang tidak berbau, kemudian dipasang melingkar pada perangkap dan dikaitkan dengan klip. Pengamatan dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan cara mengamati hama yang terjerat dengan mengambil plastik transparant yang telah ditutup plastik tipis. pada saat bersamaan, plastik transparant berlem yang baru, dapat dipasang untuk periode pengamatan selanjutnya.

Minggu, 04 April 2010

LEMON TEA, JERUK IDOLA BARU




Siapa yang kenal jeruk Lemon tea..? pasti masih sedikit orang mengenal jeruk ini karena jeruk ini bukan jeruk yang biasa dikonsumsi langsung layaknya jeruk Siam Pontianak, dan Siam lainnya… tapi jeruk ini harus diolah dulu atau digunakan untuk penambah citra rasa ketika kita menikmati enaknya Tea .
Jeruk ini sekarang merupakan idola baru untuk dibudidayakan dalam skala luas, karena banyak industry hilir yang menggunakan jeruk ini untuk berbagai kebutuhan manusia yaitu sebagai bahan dasar untuk sabun pencuci piring, Shampo, sabun mandi, pewangi ruangan, bahan kosmetika sampai digunakan untuk bahan makanan seperti larutan pencegah panas dalam, dll.
Budidaya tanaman ini tidak jauh berbeda ketika kita menanam dan merawat tanaman jeruk lainnya, hanya saja keunggulan jeruk ini dilihat dari aspek budidaya adalah Hama dan penyakit yang enyerang tidak sebanyak jeruk Siam atau keprok, produksi yang dihasilkan lebih banyak , dan waktu panen yang cepat karena bunga muncul tidak tergantung musim.dalam artikel ini merupakan artikel pendahuluan, nantinya akan ada artikel lanjutan yang membahas Lemon Tea secara detil..tunggu aja ya….salam KOMCINTA…

Kumbang KOKSI yang seksi


Jika kita pernah Jalan-jalan dan masuk ke dalam kebun Jeruk, maka kalo kita amati secara serius di daun muda biasanya banyak kutu-ktu kecil yang disebut Aphids menghisap jaringan tanaman muda daun jeruk. Hama Ini sangat kecil ukuran badannya, tapi masih bisa kita lihat dengan mata telanjang. Biasanya ada yang berwarna merah kecoklatan dan kuning. Aphids merupakan hama pengganggu tanaman jeruk yang cukup merugikan tanaman. Daun yang terserang akan kehilangan cairan dan menyebabkan daun menjadi kuning dan menggulung kebawah karena kutu ini menghisap dibagian bawah daun. Aphids ini juga merupakan hama vector atau pembawa penyakit Tristeza yang disebabkan oleh Virus, sehingga keberadaannya harus dikendalikan secara serius. Pengendalian hama ini selain menggunakan insektisida yang bersifat racun, dapat pula menggunakan pengendalian secara biologis yaitu menggunakan binatang predator, yaitu binatang yang dapat memangsa kutu tersebut. Predator yang terkenal adalah Kumbang Koksi, seperti terlihat di gambar kumbang ini bentuknya menarik dengan warna merah dan hitam ada pula yang berwarna kuning. Kumbang ini memakan kutu-kutu dengan lahapnya seperti sedang memakan mie ayam…ha..ha…
Jika kita menemukan kumbang ini di kebun, maka jangan di binasakan karena kumbang ini sangat bermanfaat bagi kita untuk mengendalikan populasi kutu daun yang menyerang tanaman jeruk kita.Akan tetapi jika populasi kutu daun tersebut sudah diatas ambang pengendalian maka tidak ada cara lain maka kutu harus dikendalikan dengan insektisida secara keseluruhan kebun dan berdampak terhadap menurunnya populasi kumbang koksi juga yang akan ikut tersemprot.

Sabtu, 13 Februari 2010

Selamat Tahun Baru Imlek 2010

Kami yang tergabung dalam Komunitas Cinta Tanaman (Komcinta), mengucapkan :

Kamis, 11 Februari 2010

Kami Panen lengkeng Lagi,...


Waah... Alhamdulillah pertengahan bulan Februari ini kami dapat panen Lengkeng lagi di perusahaan tempat Kami Bekerja.....Prediksi panen periode ini bisa lebih dari 12 ton, karena buahna banyak perpokok. dan 2 bulan lagi Kami bisa Penen Jeruk siam....komplit deh...Do'akan saja bisa sesuai dengan Target Kuantitas dan kualitasnya ...Amin.

MANFAAT PUPUK BAGI TANAMAN


Mungkin terpikir oleh kita, mengapa sih Tanaman Perlu dipupuk ? padahal tanah tempat kita menanam tanaman masih gembur, hitam dan subur. Perlu kita ketahui bahwa memang benar tanah kita masih gembur dan hitam, tapi apakah itu menjamin unsure hara yang diperlukan tanaman masih banyak didalamnya dan apakah tidak habis selama bertahun – tahun.
Didalam proses usaha pertanian yang dilakukan oleh manusia, tidak sedikit terjadi proses penghanyutan dan pencucian zat hara yang hilang dari dalam tanah, sehingga tanah menjadi kurus dan tanaman tidak dapat menghasilkan produksi yang optimal dengan demikian sangat besar manfaat pupuk bagi tanaman. Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah sedangkan Pemupukan adalah suatu proses penambahan bahan tersebut ketanah agar tanah menjadi subur. Didalam melakukan pemupukan terdapat beberapa hal yang harus di pertimbangkan secara bijak (Hardjowigeno dalam Ilmu Tanah, 1987), yaitu :
1. Tanaman yang akan dipupuk
Terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu a). Penggunaan unsure hara oleh tanaman, Setiap jenis tanaman memerlukan jumlah unsure hara yang berbeda misal : antara tanaman yang akan diambil daunnya perlu pupuk N banyak agar daun dapat berkembang dengan baik, berbeda dengan tanaman yang akan diambil buahnya atau pati-nya harus mendapatkan pupuk dengan unsure hara K tinggi ; b). sifat-sifat akar, akar tanaman ada dua jenis yaitu akar serabut dan akar tunjang.Sifat akar akan menentukan cara penempatan pupuk maupun jumlah pupuk yang diberikan.
2. Jenis tanah yang akan dipupuk
Setiap jenis tanah mengandung unsure hara tertentu. Tanah yang asam biasanya banyak mengandung unsure Nitrogen, sehingga pada tanah asam jangan diberikan pupuk yang bersifat masam karena dapat menurunkan pH tanah, sebaiknya diberikan pupuk yang bersifat alkalis/basa.
3. Jenis pupuk yang digunakan
Setiap jenis pupuk mempunyai jumlah kandungan unsur hara, reaksi fisiologis, kelarutan, kecepatan bekerja yang berbeda-beda, sehingga jumlah dan jenis pupuk yang diberikan berbeda untuk setiap jenis tanaman atau jenis tanah.
4. Dosis(Jumlah) pupuk yang diberikan
Dosis pupuk yang diberikan sangat tergantung dari kebutuhan tanaman akan unsure hara, kandungan unsure hara didalam tanah, sefrta kadar unsure hara yang terdapat dalam tanah.
5. Waktu pemupukan
Terdapat 2 jenis pupuk berdasarkan cara kerjanya yaitu pupuk yang bekerja cepat, harus diberikan secara bertahap dalam 2 sampai 3 kali pemupukan karena pupuk in mudah tercuci; Pupuk yang berkerja lambat, diberikan sebelum tanam dan sekaligus.
6. Metode aplikasi pemupukan.
Ada beberapa cara aplikasi, yaitu disebar/tabur diatas permukaan tanah, ditanam dalam lobang/larikan pupuk, pemupukan lewat daun/semprot, pemupukan melalui air/kocor. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan dan tergantung dari jenis pupuk dan tujuan pemupukan.

Selasa, 12 Januari 2010

SUNGKAI, Tanaman Hutan yang Lagi booming


Sungkai merupakan salah satu jenis tanaman Hutan yang banyak terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah, Tanaman ini mempunyai nilai yang cukup tinggi mengingat tanaman ini dapat digunakan selain untuk Exterior rumah tapi juga dapat digunakan untuk interior rumah, seperti perabotan rumah dan lain sebagainya. Adapun ciri-ciri dari tanaman ini antara lain :
• memiliki daun majemuk ( 1 tangkai memiliki banyak helai daun)
• Bentuk daun panjang dan meruncing
• daun muda berwarna coklat sampai kemerahan
• batang memiliki ruas/buku
• Warna batang hijau kecoklatan
Sungkai dapat tumbuh di segala jenis tanah, tetapi lebih optimal didaerah yang memiliki banyak topsoil dan memerlukan daerah yang banyak air (bukan daerah yang tergenang air). Di daerah Kalimantan Barat pun sudah mulai membudidayakan tanaman hutan ini dalam skala yang besar. Cara budidaya tanaman ini tidak terlampau sulit, seperti layaknya tanaman hutan lainnya. Sekilas budidaya tanaman Sungkai yang kami ketahui adalah sebagai berikut:
1. Pembibitan
Perbanyakan tanaman Sungkai dapat diperoleh dengan cara Stek Cabang, biasanya menggunakan cabang dengan diameter ± 3 cm, panjang stek ± 20 cm, warna batang yang baik untuk stek adalah yang telah berwarna hijau kecoklatan, 1 stek sebaiknya memiliki 2-3 ruas. Stek yang sudah dipotong-potong kemudian ditanam langsung dipersemaian ataupun polybag dengan kedalaman tanam 1/3 – ½ dari panjang stek. Media tanam yang digunakan harus gembur dengan campuran antara topsoil dan sekam/serbuk gergaji. Sebelum stek ditanam sebaiknya dicelupkan terlebih dahulu dengan perangsang akar. Perawatan di pembibitan layaknya pembibitan tanaman lain yaitu: Penyiraman rutin sehari 2 kali tergantung kondisi media (jangan terlalu basah), kemudian dipupuk 2 kali dalam sebulan. Pengendalian HPT dilakukan jika terdapat gejala serangan Hama atau Penyakit. Stek sudah siap tanam kelapangan jika telah berumur ± 4 bulan, tinggi tanaman sekitar 40 cm, dan telah memiliki lebih dari 6 tangkai daun.
2. Perawatan di Lapangan
Karena Tanaman ini yang akan diambil hasilnya kemudian hari adalah batang utama maka jarak tanam yang digunakan agak rapat yaitu 2x2, 3x3 atau 4x4. Sehingga populasi perhektarnya (untuk 4x4) sebanyak 625 pk. Metode penanaman menggunakan lobang dengan jarak lobang 60 cm x 60 cm x 40 cm. Lobang yang telah dibuat diberi beri campuran media antara topsoil dan TA/kompos. Perawatan tanaman dilapangan yang paling penting adalah Pemupukan dan Pemangkasan tunas, sedangkan Pengendalian HPT tergantung serangan yang muncul. Penyakit dan Hama yang sering menyerang tanaman ini tidaklah sebanyak tanaman Hortikultura. Pemupukan dilakukan rutin sebanyak 4 kali/ tahun. Pemangkasan tunas sebaiknya dilakukan sesering mungkin yaitu 2 x dalam sebulan karena batang utama nantinya sebagai hasil produksi

Senin, 11 Januari 2010

Teman-teman Komunitas Cinta Tanaman





Senyum sumringah, terlihat di wajah teman-teman komunitas KuCinTa, mereka lagi senang
ketika panen Buah dilapangan…Walaupun Panas matahari yang terik di siang hari, tapi dengan
semangat baja dan tekad yang kuat semua rintangan bisa diatasi, tidak takut panas, tidak
takut hitam….kan ada Handbody lotion….
Kegiatan ini kami lakukan di Perkebunan Jeruk di Kalimantan Barat, tepatnya di PT. Mitra
Jeruk Lestari (MJL).
MJL berada dilokasi yang indah dengan hamparan tanaman hortikultura yang beraneka jenis
Banyak perbukitan di sekeliling kebun sehingga kelihatannya sangat indah sekali.

Sabtu, 02 Januari 2010

Syarat Tumbuh Tanaman (1)

Teringat waktu kuliah dulu di Fak. Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang, bahwa Tanaman yang tumbuh disekeliling kita itu memiliki persyaratan tumbuh juga loh..agar dapat Tumbuh dengan Baik.
Adapun Syarat tumbuh atau kebutuhan yang harus dipenuhi tanaman ada 5 unsur aktivitas kehidupan yang digunakan oleh tanaman secara simultan tanpa kecuali. Setiap varietas atau jenis tanamanberbeda kebutuhannya tergantung umur,masa pertumbuhan, musim, dan sebagainya. Kelima unsur tersebut adalah :
1.Cahaya
Matahari merupakan sumber energy alami yang memberikan cahaya dan panas kepada tanaman, kemudian cahaya yang diterima tanaman diproses melalui proses Fotosintesis untuk membentuk karbohidrat, yaitu suatu senyawa yang kaya energy dan unsur organic yaitu sumber energy kehidupan tanaman dan makluk hidup lainnya.Kebutuhan cahaya matahari berbeda-beda pada pelbagai jenis tanaman.
2.Suhu
Suhu merupakan factor yang penting dalam kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Suhu yang ideal atau optimal akan menciptakan kondisi yang ideal pula bagi tanaman untuk melangsungkan proses kimianya.
3.Air
Air merupakan unsur penyusun semua jaringan tanaman,hampir 70-80% jaringan tanaman terdiri dari air. Air merupakan pelarut dan pengangkut unsur hara ke seluruh jaringan tanaman.Merupakan mesin pengontrol keseimbangan kondisi termal dan tekanan turgor pada jaringan tanaman.Kebutuhan air setiap tanaman berbeda-beda, ada tanaman yang suka banyak air adapula yang suka sedikit air, contohnya tanaman kaktus.
4.Udara
Ada dua macam gas/udara yang dibutuhkan tanaman yaitu, 1. Karbon dioksida yang digunakan dalam proses Fotosintesis. 2. Oksigen yang digunakan tanaman didalam proses pernafasan.
5.Hara Tanaman
Unsur hara merupakan Hara yang dibutuhkan tanaman guna menciptakan kondisi pertumbuhan yang optimal. ada 16 unsur hara yang dibutuhkan tanaman, Karbon, Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, Fosfor, Kalium, dan sebagainya.
Kelebihan maupun kekurangan salah satu unsur tersebut akan menimbulkan kelainan pertumbuhan tanaman.