Sabtu, 13 Februari 2010

Selamat Tahun Baru Imlek 2010

Kami yang tergabung dalam Komunitas Cinta Tanaman (Komcinta), mengucapkan :

Kamis, 11 Februari 2010

Kami Panen lengkeng Lagi,...


Waah... Alhamdulillah pertengahan bulan Februari ini kami dapat panen Lengkeng lagi di perusahaan tempat Kami Bekerja.....Prediksi panen periode ini bisa lebih dari 12 ton, karena buahna banyak perpokok. dan 2 bulan lagi Kami bisa Penen Jeruk siam....komplit deh...Do'akan saja bisa sesuai dengan Target Kuantitas dan kualitasnya ...Amin.

MANFAAT PUPUK BAGI TANAMAN


Mungkin terpikir oleh kita, mengapa sih Tanaman Perlu dipupuk ? padahal tanah tempat kita menanam tanaman masih gembur, hitam dan subur. Perlu kita ketahui bahwa memang benar tanah kita masih gembur dan hitam, tapi apakah itu menjamin unsure hara yang diperlukan tanaman masih banyak didalamnya dan apakah tidak habis selama bertahun – tahun.
Didalam proses usaha pertanian yang dilakukan oleh manusia, tidak sedikit terjadi proses penghanyutan dan pencucian zat hara yang hilang dari dalam tanah, sehingga tanah menjadi kurus dan tanaman tidak dapat menghasilkan produksi yang optimal dengan demikian sangat besar manfaat pupuk bagi tanaman. Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah sedangkan Pemupukan adalah suatu proses penambahan bahan tersebut ketanah agar tanah menjadi subur. Didalam melakukan pemupukan terdapat beberapa hal yang harus di pertimbangkan secara bijak (Hardjowigeno dalam Ilmu Tanah, 1987), yaitu :
1. Tanaman yang akan dipupuk
Terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu a). Penggunaan unsure hara oleh tanaman, Setiap jenis tanaman memerlukan jumlah unsure hara yang berbeda misal : antara tanaman yang akan diambil daunnya perlu pupuk N banyak agar daun dapat berkembang dengan baik, berbeda dengan tanaman yang akan diambil buahnya atau pati-nya harus mendapatkan pupuk dengan unsure hara K tinggi ; b). sifat-sifat akar, akar tanaman ada dua jenis yaitu akar serabut dan akar tunjang.Sifat akar akan menentukan cara penempatan pupuk maupun jumlah pupuk yang diberikan.
2. Jenis tanah yang akan dipupuk
Setiap jenis tanah mengandung unsure hara tertentu. Tanah yang asam biasanya banyak mengandung unsure Nitrogen, sehingga pada tanah asam jangan diberikan pupuk yang bersifat masam karena dapat menurunkan pH tanah, sebaiknya diberikan pupuk yang bersifat alkalis/basa.
3. Jenis pupuk yang digunakan
Setiap jenis pupuk mempunyai jumlah kandungan unsur hara, reaksi fisiologis, kelarutan, kecepatan bekerja yang berbeda-beda, sehingga jumlah dan jenis pupuk yang diberikan berbeda untuk setiap jenis tanaman atau jenis tanah.
4. Dosis(Jumlah) pupuk yang diberikan
Dosis pupuk yang diberikan sangat tergantung dari kebutuhan tanaman akan unsure hara, kandungan unsure hara didalam tanah, sefrta kadar unsure hara yang terdapat dalam tanah.
5. Waktu pemupukan
Terdapat 2 jenis pupuk berdasarkan cara kerjanya yaitu pupuk yang bekerja cepat, harus diberikan secara bertahap dalam 2 sampai 3 kali pemupukan karena pupuk in mudah tercuci; Pupuk yang berkerja lambat, diberikan sebelum tanam dan sekaligus.
6. Metode aplikasi pemupukan.
Ada beberapa cara aplikasi, yaitu disebar/tabur diatas permukaan tanah, ditanam dalam lobang/larikan pupuk, pemupukan lewat daun/semprot, pemupukan melalui air/kocor. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan dan tergantung dari jenis pupuk dan tujuan pemupukan.