Tampilkan postingan dengan label Buah-buahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah-buahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

Hama Kutu Kuning Semangka



        Panen buah semangka musim ini tidak begitu menguntungkan dibandingkan dengan beberapa musim yang lalu, hal ini disebabkan salah satunya adalah kualitas dan kuantitas buah yang tidak maksimal. Dari segi kuantitas atau volume panen tidak mencapai target dikarenakan buah banyak yang  grade-nya B atau buahnya banyak yang kecil. Kualitas  buah juga kurang  bagus banyak yang cacat, abnormal dan tidak mulus. Kurangnya kualitas dan kuantitas buah ini ternyata dipengaruhi juga oleh mewabahnya serangan hama kutu daun (aphids) atau dalam bahasa jawa disebut juga cambuk. Memang pada musim tanam ini serangan hama kutu kuning ini sangat berat, hampir semua daun tanaman semangka terserang hama ini. Tidak tanggung-tanggung mulai pucuk daun hingga daun yang sudah tua bahkan di cabangnya pun terdapat hama ini. Dalam satu daun saja terdapat paling sedikit 8 ekor kutu. 
         Tanaman yang terserang hama ini menunjukkan gejala daun menggulung, pucuk tanaman keriting dan berdiri/tegak, daun kekuningan  karena cairannya diisap oleh kutu ini. Jika sudah masuk masa pembungaan dapat juga menghambat pembentukan bunga. Jika sudah terdapat buah semangka sikutu juga dapat mengganggu kemulusan buah karena kotoran/sekresi kutu ini mengundang datangnya semut karena manis sehingga permukaan buah tidak licin mulus. Pertumbuhan dan perkembangan buah terhambat karena daun yang merupakan dapur untuk menghasilkan makanan untuk di suplai ke buah terganggu sehingga buah menjadi kecil dan cacat.
          Pengendalian hama ini sudah dilakukan secara rutin setiap 1 minggu sekali dilakukan penyemprotan dengan insektisida khusus untuk membasmi kutu/aphids ini. Tetapi perkembangan hama tetap tidak bisa terkendali, mungkin dikarenakan cuaca yang juga mendukung terhadap perkembangbiakan kutu ini. Tidak saja dilokasi kebun kami yang  terserang parah, ternyata di kebun tetangga yang jaraknya lebih dari 5 km saja juga dikabarkan gagal panen karena terserang hama ganas ini.
            Ini mungkin pelajaran bagi kami agar kedepan didalam budidaya semangka agar lebih intensif, responsif dan cepat melakukan tindakan perawatan.  Ada beberapa Hal yang harus dilakukan segera untuk mencegah cepatnya perkembangbiakan hama ini, yaitu :
  1. Memangkas segera mungkin  bagian tanaman yang terserang aphids jika ditemukan masih belum terlalu banyak dan kemudian membuangnya jauh dari area pertanaman.
  2. Memasang perangkap seperti Yellow sticky trap yang terbuat dari impra board yang kedua sisinya dilapisi dengan minyak goreng atau cairan oli.
  3. Menyemprotkan insektisida berbahan aktif tetasipermetrin-30 36 gram/liter atau dimethoate perfekthion 400 EC 1-2 ml/liter.


Jumat, 23 Maret 2012

PENGENDALIAN LALAT BUAH(2)

Guna mengendalikan hama lalat buah secara efektif dilapangan, maka kita harus terlebih dahulu mengetahui prilaku lalat buah. Sebagai binatang siang, lalat buah sangat membutuhkan cahaya untuk aktivitas kehidupannya. Binatang ini tertarik dan terrangsang pada visualisasi warna kuning, yaitu buah menjelang masak disaat warna kuning mulai tampak, merupakan undangan kehadiran lalat buah khususnya lalat betina untuk bertelur.Disamping itu, lalat buah juga memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Dengan alat ini lalat buah  dapat mengenali bau setiap buah melalui aroma, sehingga lalat buah betina sangat mengetahui saat musim buah tiba. 

Bila ingin bertelur, lalat buah betina terbang mencari buah yang menjelang masak. Alat peletak telur (ovipositor) yang berada diruas belakang badan ditusukkan menembus kulit buah, masuk kedalam buah dan membuat semacam rongga. Ke dalam rongga ini alat peletak telur meletakkan telur-telurnya, 1-10 butir sekali diletakkan.Seharian lalat betina akan bertelur terus, dapat sampai 40 butir telur. Dengan demikian seekor lalat buah dalam sehari dapat merusak 1-40 buah.
Seekor lalat buah dapat hidup antara 24-460 hari, lalat buah membutuhkan suhu rendah bagi kehidupannya yaitu 24-26 derajat Celsius, sedangkan diatas itu dapat  menyengat tubuhnya dan mati.

Senin, 14 November 2011

BUDIDAYA SIRSAK (NANGKA BELANDA)

Deskripsi
Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah yang dapat dimakan, 20% kulit, 8,5% biji, dan 4%.poros tengah buah, dari berat keseluruhan buah. Kandungan gulanya sekitar 68% dari seluruh bagian padat daging buah. Sirsak merupakan sumber vitamin B yang lumayan jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah) dan vitamin C (20 mg/ 100 g daging buah), dan sedikit sampai sedang kandungan kalsium dan fosfornya. Sifat yang paling disenangi orang dari sirsak ini ialah harumnya dan aromanya yang sangat menggiurkan. Daging buahnya mirip dengan ‘cherimoya’, warna putihnya yang murni itu sangat stabil, walaupun sedang diolah. Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m, tajuknya cocok dengan model arsitektur Troll, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Daun berbentuk lonjong-bundar telur sungsang, berukuran (8-16) cm x (3-7) cm, ujungnya lancip pendek; tangkai daun panjangnya 3-7 mm. Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) cm x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5) cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 mm, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul. Buahnya yang matang, yang merupakan buah semu, berbentuk bulat telur melebar atau mendekati jorong, berukuran (10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau tua dan tertutup oleh duri-duri lunak yang panjangnya sampai 6 mm, daging buahnya yang berwarna putih itu berdaging dan penuh dengan sari buah. Bijinya banyak, berbentuk bulat telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat kehitaman, berkilap.
Manfaat
Sirsak dapat dimakan dalam keadaan segar sebagai pencuci mulut jika matang betul, atau dicampur dengan es krim atau susu dijadikan minuman yang lezat, seperti dilakukan di Jawa, Kuba, dan sebagian dari Amerika. Akan tetapi, buah ini lebih sering dimakan dalam bentuk ‘puree’ setelah daging buahnya diperas dan disaring. Juga dapat dijadikan selai buah, sari buah (setelah dicampur gula), nektar atau sirop. Juga digunakan dalam pembuatan eskrim. Di Indonesia dodol sirsak dibuat dengan cara daging buahnya dipanaskan dalam air dan diberi gula sampai campuran itu mengental. Di Filipina, buah sirsak muda beserta bijinya yang masih lunak digunakan sebagai sayuran. Buah tua yang masih keras dapat dibuat kue yang lezat rasa dan aromanya.
Syarat Tumbuh
Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1000 m dpl. dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung. Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, serta hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang d an pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah; ada indikasi bahwa untuk Annona spp. lainnya, balk kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya). Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus balk, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan dan penanaman Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktekkan di berbagai wilayah Amerika (misalnya di Kolumbia dan Venezuela). Akan tetapi, umumnya sirsak ditumbuhkan dari benih. Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya sifatnya sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih dapat ditanam langsung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 2030 hari, 85-90% dapat berkecambah dan semai itu dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan. Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindahtanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.
Pemeliharaan
Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong oleh pengairan tambahan. Pemupukan dengan pupuk kandang dan/atau NPK dalam dosis kecil beberapa kali dalam setahun dapat mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya. Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil, dan untuk menghilangkan kendala ini dianjurkan untuk penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya dapat berlangsung jika ada masa pembungaan yang jelas.
Hama dan Penyakit
Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan yang serius disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas hanya pada buah. Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah. Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemampuan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau barangkali ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. Penyakit busuk coklat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang sebaik-baiknya menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat menolong untuk menahan penyakit pada musim hujan berikutnya. Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak, dan kutu bubuk dapat bergerombol banyak sekali pada buah sirsak. Jika semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini. Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Annonaepestis bengalella adalah penggerek buah sirsak, dan ngengat ini tersebar dari India sampai ke Jawa dan Filipina. Ulat besar dari kupu-kupu Meganotron rufescens dan Papilio agamemnon sering sekali dijumpai memakan daun sirsak. Kerusakan yang disebatkan oleh ketiga jenis hama ini umumnya belum sampai mengharuskan dilakukannya pemberantasan secara kimiawi.
Panen dan Pasca Panen
Buah sirsak sebaiknya dipanen setelah tua benar tetapi masih keras. Buah ini dianggap tua jika duri-durinya sudah saling berjauhan dan warna kulitnya yang tadinya hijau berkilat telah berubah menjadi hijau kusam atau hijau kekuning-kuningan. Jika dipetik terlalu awal, kualitas buah akan jelek. Sebaliknya jika buah dibiarkan matang di pohon, seringkali buah itu dimakan oleh kelelawar sebelum jatuh ke tanah. Di daerah yang iklimnya tidak mengenal musim, buah sirsak dapat dijumpai sepanjang tahun, tetapi biasanya pohon sirsak memiliki 1-3 kali masa panen, dengan puncaknya yang nyata pada masa musim utama. Buah harus dipetik secara selektif; dipotong gagangnya dengan pisau yang tajam atau gunting setek, kemudian disimpan di dalam keranjang bambu yang telah dialasi dengan bahan yang empuk, seperti jerami.

Rabu, 26 Januari 2011

Pengendalian Lalat Buah

Lalat Buah merupakan hama potensial perusak utama hasil buah-buahan dan tanaman hortikultura lainnya.Kerusakan yang ditimbulkannya memang terbatas pada hasil buah saja. Buah menjadi berulat, rusak, dan busuk terkontaminasi oleh bakteri. Sedangkan tanamannya sendiri tidak terganggu, tetap normal, tumbuh sehat, serta akan berbunga dan berbuah seperti biasanya. Larva memakan daging buah, namun tidak mengganggu biji yang terdapat didalamnnya.Untuk menekan, mencegah, memberantas, dan mengeradikasi serangan lalat buah dapat dilakukan tindakan-tindakan antara lain :
  1. Sanitasi kebun,  dengan tujuan untuk memutus atau mengganggu siklus kehidupan lalat.Bentuk sanitasi yang perlu dilakukan diantaranya:
    • Buah-buah yang gugur dikumpulkan setiap hari lalu dibakar sehingga larva yang masih terdapat didalam buah tidak dapat meneruskan siklus hidupnya untuk berkepompong didalam tanah.
    • Lahan dibawah tajuk sebaiknya dicacah agak dalam, merata dan agak kering.kepompong yang terdapat didalam tanah akan terkena sinar matahari, akhirnya mati.
    • Semak-semak disekitar areal pertanaman, sampai radius 1.5 -  3 km, yang merupakan tempat hunian lalat dewasa pada saat tidak musim buah sebaiknya dibabat.
  1. Pembungkusan buah, untuk menghindari tusukan langsung alat peletak telur lalat buah betina maka perlu dibungkus buah tersebut sedini mungkin.Bahan pembungkus dapat menggunakan koran bekas, plastik yang berlobang atau pembungkus khusus.
  2. Pengasapan kebun, Lalat buah ternyata tidak menyukai asap. Asap diduga juga mengganggu dan memperulit gerak lalat. Pengasapan disekitar pohon dapat mengusir lalat, efektif selama tiga hari.
  3. Pemberantasan secara kimia, Menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat langsung disemprotkan ke tanaman, sekitaran tanaman ataupun dapat menggunakan sistem perangkap lalat buah
  4. Pemberantasan secara biologi, Lalat buah memiliki musuh alami anataranya golongan semut, lebah dan tawon. Musuh alami ini memarasit larva dan pupanya, khususnya larva yang baru keluar dari buah untuk berkepompong. Pemberantasan cara ini cukup efektif dan efisien.



Selasa, 16 November 2010

Galeri Photo Komcita (1)

Lengkeng Itoh berbuah lebat

 Lengkeng Itoh berbuah lebat(2)
 Jeruk Tebas







Dragon fruit

Kamis, 30 September 2010

Buah Tidak Normal, Kenapa?


Rasa senang muncul ketika kita melihat pohon yang kita tanam dan tunggu bertahun-tahun ternyata sudah mulai berbuah, tapi setelah menjelang panen kekecewaan muncul melihat buah yang diharap-harapkan banyak yang afkir/rusak akibat buah yang bentuknya tidak normal (abnormal).Mengapa hal ini terjadi, apa yang salah? padahal selama ini kita melakukan perawatan sudah intensif, pemupukan sudah rutin dan menggunakan pupuk yang mahal...
Bentuk buah yang tidak normal, seperti bentuknya kecil dari biasanya, warna, rasa dan ketebalan daging menjadi berbeda atau buah menjadi pecah-pecah dan sebagainya. Bentuk buah seperti ini digolongkan sebagai bentuk buah yang tidak normal yang timbul sebagai akibat adanya kelainan atau gangguan fisiologis. Kelainan Fisiologis menurut buku Mengatasi Buah Rontok,Busuk dan Berulat (M.Baga Kalie, 2000) adalah terjadi akibat adanya ketidakseimbangan metabolisme yang dirangsang oleh suatu penyebab sehingga menimbulkan pelbagai gangguan atau kerusakan pada sel atau jaringan.Beberapa Penyebabnya diantaranya adalah kekurangan atau kelebihan hara, iklim yang tidak serasi, dan polusi udara atau gas.

Selasa, 29 Juni 2010

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA



Tanaman Buah Naga sebenarnya termasuk tanaman yang tahan banting dan relatif mudah perawatannya. Tetapi tentunya dalam budidaya selalu ada gangguan hama dan penyakit yang menyerang yang bisa mengakibatkan hasil produksi yang tidak maksimal dan bisa mengalami kerugian. Oleh karena itu harus diperhatikan apabila anda menjumpai gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah naga.

Adapun gangguan hama yang menyerang tanaman buah naga yaitu :

Tungau
Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari hijau menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.

Kutu Putih
Tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug) pada permukaan batang atau cabang akan berselaput kehitaman dan terlihat kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada cabang yang diserang. Biasanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.

Kutu Sisik
Hama kutu sisik (Pseudococus sp.) umumnya berada pada bagian cabang yang tidak terkena matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini akan terlihat kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan penyemprotan Kanon dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu putih pada sela-sela tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar matahari.

Kutu Batok
Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan mengisap cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya juga bisa menggunakan cara yang sama dengan pengendalian hama kutu putih dan kutu sisik.

Bekicot
Hama bekicot sangat merugikan tanaman buah naga karena merusak batang atau cabang dengan menggerogotinya dan dapat mengakibatkan cabang busuk. Hama ini disebabkan karena kebersihan kebun yang kurang terjaga.

Semut
Pada umumnya semut akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna coklat yang tentunya harga buah akan menurun dengan kualitas seperti itu. Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr air.

Burung
Gangguan burung pada buah naga umumnya jarang terjadi dan tidak perlu dikuatirkan. Biasanya menyerang buah yang telah masak pada bagian atas.

Penyakit Buah Naga
Penyakit yang menyerang tanaman buah naga terhitung tidak banyak jenis dan penyebabnya. Meskipun demikian, jika tanaman terserang harus segera diatasi agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Berikut ini penyakit buah naga dan penyebabnya serta tindakan pengobatannya :

Busuk Pangkal Batang
Penyakit ini umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini sering terjadi pada bibit setek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan.

Pengobatan tanaman buah naga yang terserang penyakit ini dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang terserang.

Untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan pengairan yang disertai dengan penyemprotan fungisida dan Atonik didaerah pangkal batang pada tanaman yang berumur 30 hari pada awal penanaman.

Busuk Bakteri
Gejala tanaman buah naga yang terserang penyakit ini adalah tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas sp. Pengobatannya dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada lubang tanam diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.

Fusarium
Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara lain cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Benlate dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang.

Minggu, 04 April 2010

LEMON TEA, JERUK IDOLA BARU




Siapa yang kenal jeruk Lemon tea..? pasti masih sedikit orang mengenal jeruk ini karena jeruk ini bukan jeruk yang biasa dikonsumsi langsung layaknya jeruk Siam Pontianak, dan Siam lainnya… tapi jeruk ini harus diolah dulu atau digunakan untuk penambah citra rasa ketika kita menikmati enaknya Tea .
Jeruk ini sekarang merupakan idola baru untuk dibudidayakan dalam skala luas, karena banyak industry hilir yang menggunakan jeruk ini untuk berbagai kebutuhan manusia yaitu sebagai bahan dasar untuk sabun pencuci piring, Shampo, sabun mandi, pewangi ruangan, bahan kosmetika sampai digunakan untuk bahan makanan seperti larutan pencegah panas dalam, dll.
Budidaya tanaman ini tidak jauh berbeda ketika kita menanam dan merawat tanaman jeruk lainnya, hanya saja keunggulan jeruk ini dilihat dari aspek budidaya adalah Hama dan penyakit yang enyerang tidak sebanyak jeruk Siam atau keprok, produksi yang dihasilkan lebih banyak , dan waktu panen yang cepat karena bunga muncul tidak tergantung musim.dalam artikel ini merupakan artikel pendahuluan, nantinya akan ada artikel lanjutan yang membahas Lemon Tea secara detil..tunggu aja ya….salam KOMCINTA…

Kumbang KOKSI yang seksi


Jika kita pernah Jalan-jalan dan masuk ke dalam kebun Jeruk, maka kalo kita amati secara serius di daun muda biasanya banyak kutu-ktu kecil yang disebut Aphids menghisap jaringan tanaman muda daun jeruk. Hama Ini sangat kecil ukuran badannya, tapi masih bisa kita lihat dengan mata telanjang. Biasanya ada yang berwarna merah kecoklatan dan kuning. Aphids merupakan hama pengganggu tanaman jeruk yang cukup merugikan tanaman. Daun yang terserang akan kehilangan cairan dan menyebabkan daun menjadi kuning dan menggulung kebawah karena kutu ini menghisap dibagian bawah daun. Aphids ini juga merupakan hama vector atau pembawa penyakit Tristeza yang disebabkan oleh Virus, sehingga keberadaannya harus dikendalikan secara serius. Pengendalian hama ini selain menggunakan insektisida yang bersifat racun, dapat pula menggunakan pengendalian secara biologis yaitu menggunakan binatang predator, yaitu binatang yang dapat memangsa kutu tersebut. Predator yang terkenal adalah Kumbang Koksi, seperti terlihat di gambar kumbang ini bentuknya menarik dengan warna merah dan hitam ada pula yang berwarna kuning. Kumbang ini memakan kutu-kutu dengan lahapnya seperti sedang memakan mie ayam…ha..ha…
Jika kita menemukan kumbang ini di kebun, maka jangan di binasakan karena kumbang ini sangat bermanfaat bagi kita untuk mengendalikan populasi kutu daun yang menyerang tanaman jeruk kita.Akan tetapi jika populasi kutu daun tersebut sudah diatas ambang pengendalian maka tidak ada cara lain maka kutu harus dikendalikan dengan insektisida secara keseluruhan kebun dan berdampak terhadap menurunnya populasi kumbang koksi juga yang akan ikut tersemprot.

Kamis, 11 Februari 2010

Kami Panen lengkeng Lagi,...


Waah... Alhamdulillah pertengahan bulan Februari ini kami dapat panen Lengkeng lagi di perusahaan tempat Kami Bekerja.....Prediksi panen periode ini bisa lebih dari 12 ton, karena buahna banyak perpokok. dan 2 bulan lagi Kami bisa Penen Jeruk siam....komplit deh...Do'akan saja bisa sesuai dengan Target Kuantitas dan kualitasnya ...Amin.

Sabtu, 26 Desember 2009

Khasiat Buah Naga (Dragon Fruit)


Bentuknya yang unik, cantik bersisik menyerupai tubuh seekor Naga membuat banyak orang tertarik dan penasaran. Ternyata buah yang unik ini memiliki beraneka ragam manfaat bagi kesehatan.
Khasiat Buah Naga diantaranya adalah kaya Vitamin, membantu proses pencernaan, membantu mencegah kanker kolon (usus ) dan diabetes, membantu menetralisir subtansi toksik seperti logam berat, mengurangi tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, mencegah sembelit, menyehatkan mata, mencegah anemia, dan mencegah infeksi mulut. Konsumsi buah naga secara teratur membantu mencegah asma dan batuk.