Tampilkan postingan dengan label Agronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agronomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

PENJARANGAN BUAH JERUK sp

Penjarangan Buah Jeruk adalah kegiatan mengurangi jumlah buah yang terdapat dalam setiap pohon jeruk hingga sesuai dengan daya dukung tanaman untuk  tujuan menghasilkan buah bermutu, ukuran seragam (grade AB dan C), memperpanjang masa berbuah, menjamin kontinuitas produksi dan mengurangi resiko kerusakan/kematian tanaman serta memperpanjang umur produktif tanaman. Kultur Teknis Penjarangan buah berdasarkan umur tanaman adalah  sebagai berikut:
1.      Tanaman Belum Menghasilkan umur 1 tahun (TBM 1):
-         Karena tanaman masih muda umurnya maka lakukan penjarangan buah 100%. Artinya pangkas atau buang semua buah yang ada di pokok jeruk tanpa ada toleransi.
-          Penjarangan dapat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan pemeliharaan dan dilakukan rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan.
2.      Tanaman Belum Menghasilkaan umur 2 tahun (TBM 2) :
-         Penjarangan buah dilakukan sekitar 70-80% dari total buah yang ada dipokok.
Artinya setiap pokok yang memiliki sekitar 10 buah, maka sisakan 2-3 buah sedangkan selebihnya dipangkas dan dibuang.
-         Penjarangan di TBM 2 harus melihat postur tanaman, jika Diameter batang besar dan postur tanaman sehat maka penjarangan buah dilakukan sekitar 70-80% seperti ketentuan diatas, tapi jika kebalikannya maka sebaiknya buah dibuang semua.
-         Penjarangan dapat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan pemeliharaan dan dilakukan rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan.
3.      Tanaman Belum Menghasilkan umur 3 tahun (TBM 3) atau Tanaman menghasilkan (TM 1)  :
-         Penjarangan buah berdasarkan hitungan jumlah daun pendukung. Setiap buah harus didukung oleh sekitar 25-30 helai daun yang sehat atau setara dengan 2-3 buah per tangkai buah. Atau penjarangan buah dapat dilakukan sekitar 20-30% dari total buah yang terdapat dipokok.
-         Lakukan penjarangan saat buah sebesar kelereng (diameter 2 cm) dan setelah buah selesai mengalami masa gugur ( diameter 4 cm).
-         Jarangkan dan petik buah yang tumbuh lebih dari 3 buah dalam 1 tangkai dan sisakan 1 sampai 2 buah saja, buah yang dijarangkan adalah buah tidak normal/sakit, cacat, dan terserang hama - penyakit tanaman, atur posisi buah supaya tidak saling bergesekan atau terjepit ranting pohon.
-         Kumpulkan semua buah hasil penjarangan ke dalam karung dan buang  ketempat yang telah ditentukan.
-         Penjarangan buah di TBM 3 dan TM harus dialokasikan kegiatan dan waktu khusus.
Sumber: Eko Susanto.SP


MESIN BIOLOGIS TANAMAN JERUK sp (1)

MESIN BIOLOGIS TANAMAN JERUK sp (1)
 


Tanaman adalah mesin bologis, jadi analog dengan  mesin mekanis, ada bahan baku, ada mesin yang memproses bahan baku tersebut dan ada hasil proses yang disebut produk, atau pada mesin biologis disebut hasil panen (yield). Konsep mesin biologis ini menyiratkan: akar, batang dan daun tidak berguna sepanjang tidak menunjang hasil panen yang optimal. Jadi semua komponen harus diperhitungkan dari masukannya untuk panen optimal.

Jeruk sp adalah pohon perenial yang tumbuh periodik, ada tumbuh yang menghasilkan ranting vegetatif, ada pula tumbuh yang menghasilkan ranting reproduktif, yang tumbuh bergilir atau tumpang tindih, tapi keduannya bersaing karena menggunakan bahan baku yang sama. Hasil panen yang optimal adalah hasil panen yang ajeg (constant) tinggi setiap musim. Ini hanya terjadi bila ada keseimbangan antara tumbuh vegetatif dengan tumbuh reproduktif. Pohon yang berada dalam keadaan keseimbangan fisiologis demikian disebut pohon sehat.
Pohon Jeruk dapat tumbuh didominasi oleh tumbuh vegetatif, sehingga praktis tidak menghasilkan buah, atau berbuah sedikit sekali.Sebaliknya dapat pula tumbuh reproduktif yang dominan, pohon berbuah lebat sekali, namun tidak punya pelanjut tumbuh untuk musim berikutnya dan semua cadangan makanan habis tersedot oleh buah yang terlalu lebat. Karenanya pada musim berikutnya pohon berbuah sedikit sekali, dan memerlukan waktu satu atau dua musim untuk dapat berbuah kembali secara normal. Fenomena tersebut disebut gejala Alternans. Mungkin pula pohon tidak berbuah sama sekali atau bahkan mungkin mati.
Hal inilah mungkin yang menjadi salah satu penyebab banyaknya pohon jeruk di Indonesia yang mengalami kematian diawal masa-masa produktifnya (dibawah 6 tahun dari tanam). Karena ketidaktahuan para petani Jeruk sp berkaitan dengan keseimbangan tumbuh vegetatif dan reproduktif sehingga pohon dipaksa berbuah pada umur yang muda dan dipaksa berbuah sangat lebat tanpa ada tindakan penjarangan buah.

Sumber : di kutip dari Makalah Optimasi Hasil Panen Kebun Jeruk melalui Teknik Diagnosis oleh Aos M. Akyas 

Selasa, 02 Juli 2013

PASAK BUMI YANG MEMBUMI DI ALAM KALIMANTAN



Mungkin Anda, terutama kalangan pria, sudah tidak asing lagi dengan tanaman yang satu ini: Pasak Bumi! Pasak Bumi memang memiliki banyak sekali khasiat untuk kesehatan, terutama untuk meningkatkan gairah dan vitalitas pada pria.
Pasak Bumi memang telah dikenal sebagai tanaman yang kerap digunakan untuk obat kuat kaum Adam. Khasiat Pasak Bumi ini telah terbukti dan dirasakan sejak dulu sampai sekarang ini.
Di Indonesia, Pasak Bumi atau yang dikenal dengan nama latin Eurycoma longifolia, tumbuh subur di pedalaman Kalimantan yang juga telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat Dayak sebagaimana tanaman yang memiliki beragam khasiat. Foto-foto tanaman Pasak Bumi ini saya ambil dari tanaman asli Pasak Bumi di lokasi kalimantan barat yaitu ada 4 titik tanaman yang saya temukan dilapangan. Adapun ciri-cirinya adalah daun termasuk majemuk yang tersusun saling berhadapan, tangkai daun berwarna merah menyala, daun berserat (jika diremas-remas tidak mudah sobek) dan rasa daunnya pahit kuat sekali.
Pasak Bumi atau yang di Negeri Jiran Malaysia dikenal dengan Tongkat Ali ini ternyata kandungannya telah banyak diteliti secara ilmiah yang mana menunjukkan berbagai khasiat yang ada didalamnya.
Pasak Bumi mengandung ekstrak yang disebut dengan ethanolic yang sangat berperan dalam menambah jumlah hormon testosteron pada pria. Tanaman Pasak Bumi juga mengandung strichnin dan brusin yang sangat berkhasiat untuk menambah vitalitas pria karena memiliki sifat afrodisiak.
Menurut hasil penelitian, tumbuhan afrodisiak mengandung senyawa turunan alkaloid, saponin, tanin, dan lainnya yang berperan dalam melancarkan peredaran darah. Hal tersebut kemudian berimplikasi pada peningkatan sirkulasi darah di daerah alat kelamin pria.
Lantas, apakah hanya sebatas itu saja khasiatnya? Ternyata tidak! Masih banyak khasiat lainnya yang dimiliki oleh Pasak Bumi seperti untuk mengobati penyakit malaria.
Akar Pasak Bumi mengandung senyawa yang disebut dengan erikuimanon yang disinyalir mampu mengobati penyakit malaria. Demikian juga dengan kandungan senyawa yang disebut kuasinoid yang sangat berperan dalam melumpuhkan plasmodium falcifarum yakni bakteri yang menjadi penyebab penyakit malaria sendiri.
Selain itu, Pasak Bumi juga digunakan untuk mencegah terjadinya serangan kanker. Kandungan senyawa alkaloid dan kuasinoid-nya bisa menghambat terjadinya pertumbuhan sel kanker.
Hal tersebut pernah diuji dengan penelitian di Malaysia yang menyatakan bahwa ada setidaknya 8 alkaloid yang ditemukan dalam akar Pasak Bumi, salah satunya ialah alkaloid yang berfungsi sebagai anti-kanker payudara.
Sedangkan menurut penelitian lainnya, diantaranya yang pernah dilakukan oleh Universitas Tokyo Jepang, Pasak Bumi juga ditemukan memiliki khasiat untuk anti-leukemia dan juga meningkatkan kekebalan tubuh bagi penderita HIV.
Pasak Bumi merupakan salah satu jenis tumbuhan obat yang tumbuh di hutan-hutan, termasuk di hutan Indonesia. Didalamnya terkandung setidaknya empat senyawa yang mengandung banyak khasiat yakni sebagai berikut:
  • Senyawa canthin yang berfungsi dalam menghambat terjadinya pertumbuhan sel kanker.
  • Senyawa turunan eurycomanone yang berfungsi sebagai anti-malaria.
  • Senyawa etanol yang berperan sebagai afrodisiak.
  • Senyawa quasinoid yang sangat ampuh sebagai anti-leukemia dan prospektif untuk penderita penyakit HIV.
Bagian mana saja yang mengandung banyak manfaat dari Pasak Bumi ini? Pada dasarnya, Pasak Bumi memiliki khasiat di hampir seluruh bagian tubuhnya.
  • Daun Pasak Bumi
    Daun Pasak bumi yang masih muda bisa Anda manfaatkan untuk mengobati sakit perut.
  • Akar tumbuhan
    Kulit akar Pasak Bumi sangat ampuh untuk mengobati demam, penyembuh luka di gusi atau gangguan cacing serta tonikum pasca melahirkan.
  • Kulit batang
    Kulit batang Pasak Bumi banyak dimanfaatkan untuk koagulan pasca seorang ibu melahirkan. Selain itu, bisa juga digunakan untuk mengobati nyeri pada tulang.
  • Bunga dan buah Pasak Bumi
    Bagian bunga dan buah Pasak bumi bisa digunakan untuk mengobati penyakit disentri.
Pasak Bumi ini penyebarannya terdapat di Sumatera dan Kalimantan (Indonesia), Semenanjung Malaysia, dan lainnya. Dengan begitu banyak khasiat yang dimiliki oleh Pasak Bumi ini maka Anda yang memiliki beberapa keluhan penyakit di atas seperti malaria atau ingin meningkatkan vitalitas (bagi pria) bisa menjadikan Pasak Bumi sebagai alternatif pengobatan yang mujarab. Selamat mencoba!
Baca informasi lengkapnya di: http://www.deherba.com/senyawa-penting-dan-khasiat-pasak-bumi.html#ixzz2XtMCcCGM

Rabu, 08 Mei 2013

TERATAI...SUNGGUH INDAH BUNGAMU

Teratai (Nelumbo nucifera Gaertn.) adalah tanaman air yang sangat indah yang merupakan tanaman asli dari daratan Asia. Teratai dibuddidayakan di kolam-kolam, kadang tumbuh liar di rawa-rawa. Terna, tumbuh tegak dengan rimpang yang tebal dan tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluaar langsung dari rimpang yang berada dilumpur pada dasar kolam. Helaian daun bulat dan lebar, diameter 30-50 cm, disangga oleh tangkai yang panjang dann bulat berdiameter 0,5-1 cm, panjang tangkai 75-150 cm. Dauan menyembul keatas permukaan air, menjulang tegak seperti perisai. Permukaan daun berlilin, berwarna hijau keputihan, tepi rata dan bagian tengah agak cekung.
          Bunga harum, tumbuh menjulang diatas permukaan air dengan tangkai bulat panjang dan kokoh, diameter bunga 15-25 cm, benang sari banyak, kepala sari berwarna kuning, mahkota bunga lebar berwarna merah jambu, putih dan kuning. Bunga mekar seharian penuh dari pagi sampai sore.
          Seluruh tanaman teratai berkhasiat obat seperti rimpang, daun, tangkai, bunga, benang sari, biji, penjangga bunga yang mirip sarang tawon serta tunas biji. Akar berkhasiat menghentikan pendarahan, membuyarkan darah beku, dan penenang. Biji teratai berkhasiat menurunkan tekanan darah,menguatkan limpa dan menambah nafsu makan.

Rabu, 13 Februari 2013

Hama Kutu Kuning Semangka



        Panen buah semangka musim ini tidak begitu menguntungkan dibandingkan dengan beberapa musim yang lalu, hal ini disebabkan salah satunya adalah kualitas dan kuantitas buah yang tidak maksimal. Dari segi kuantitas atau volume panen tidak mencapai target dikarenakan buah banyak yang  grade-nya B atau buahnya banyak yang kecil. Kualitas  buah juga kurang  bagus banyak yang cacat, abnormal dan tidak mulus. Kurangnya kualitas dan kuantitas buah ini ternyata dipengaruhi juga oleh mewabahnya serangan hama kutu daun (aphids) atau dalam bahasa jawa disebut juga cambuk. Memang pada musim tanam ini serangan hama kutu kuning ini sangat berat, hampir semua daun tanaman semangka terserang hama ini. Tidak tanggung-tanggung mulai pucuk daun hingga daun yang sudah tua bahkan di cabangnya pun terdapat hama ini. Dalam satu daun saja terdapat paling sedikit 8 ekor kutu. 
         Tanaman yang terserang hama ini menunjukkan gejala daun menggulung, pucuk tanaman keriting dan berdiri/tegak, daun kekuningan  karena cairannya diisap oleh kutu ini. Jika sudah masuk masa pembungaan dapat juga menghambat pembentukan bunga. Jika sudah terdapat buah semangka sikutu juga dapat mengganggu kemulusan buah karena kotoran/sekresi kutu ini mengundang datangnya semut karena manis sehingga permukaan buah tidak licin mulus. Pertumbuhan dan perkembangan buah terhambat karena daun yang merupakan dapur untuk menghasilkan makanan untuk di suplai ke buah terganggu sehingga buah menjadi kecil dan cacat.
          Pengendalian hama ini sudah dilakukan secara rutin setiap 1 minggu sekali dilakukan penyemprotan dengan insektisida khusus untuk membasmi kutu/aphids ini. Tetapi perkembangan hama tetap tidak bisa terkendali, mungkin dikarenakan cuaca yang juga mendukung terhadap perkembangbiakan kutu ini. Tidak saja dilokasi kebun kami yang  terserang parah, ternyata di kebun tetangga yang jaraknya lebih dari 5 km saja juga dikabarkan gagal panen karena terserang hama ganas ini.
            Ini mungkin pelajaran bagi kami agar kedepan didalam budidaya semangka agar lebih intensif, responsif dan cepat melakukan tindakan perawatan.  Ada beberapa Hal yang harus dilakukan segera untuk mencegah cepatnya perkembangbiakan hama ini, yaitu :
  1. Memangkas segera mungkin  bagian tanaman yang terserang aphids jika ditemukan masih belum terlalu banyak dan kemudian membuangnya jauh dari area pertanaman.
  2. Memasang perangkap seperti Yellow sticky trap yang terbuat dari impra board yang kedua sisinya dilapisi dengan minyak goreng atau cairan oli.
  3. Menyemprotkan insektisida berbahan aktif tetasipermetrin-30 36 gram/liter atau dimethoate perfekthion 400 EC 1-2 ml/liter.


Kamis, 18 Oktober 2012

KATAKAN YA...PADA PETAI

Petai atau petei....pasti sebagian orang sudah berpikir "baunya itu loh...",tapi tahu kah anda bahwa buah petai ini menjadi kegemaran sebagian orang malah karena baunya yg nikmat.Menjadi salah satu penyedap makanan apalagi bareng dengan sambal terasi....wuahhhh nikmat sekali.
Dibalik kenikmatan itu ternyata banyak khasiat yang di kandungnya..misalnya untuk memperlancar air seni
Untuk menambah informasi tentang manfaat petai, ini ada bebrapa info yang saya kutip dari situsWikipedia :

"Manfaat Petai Sumber Energi Dibanding apel, petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji. Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi tersebut mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.
Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam ben­tuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum hingga 70 persen. Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu 46 mg per 100 g biji. Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi asam amino prolin clan lisin, menjadi hidroksiprolin clan hidroksilisin. Perannya adalah dalam proses penyem­buhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Rata-rata kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari. pada pria dewasa.
Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik, yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Namun, bila kekurangan vitamin A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan mukus.
Kendurkan Saraf & Hilangkan Depresi Apakah Anda sering merasa bad ini the mood? Itu tandanya bahwa Anda kekurangan gizi. Mood dikendalikan oleh sistem kerja otak. Kemampuan kerja otak dipengaruhi oleh masukan zat gizi yang diperlukan. Aneka zat gizi itu harus dipasok secara berimbang dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Salah satu zat gizi yang berperan memperbaiki mood adalah triptofan (suatu asam amino esensial).
OBAT HATI DAN GINJAL Radikal bebas mudah sekali ditemukan pada berbagai produk pangan, terutama pada produk yang digoreng atau dibakar. Hidrogen peroksida; super­oxidee anion, dan hidroksil, merupakan contoh-contoh radikal bebas. Molekul tersebut sangat tidak stabil, sangat reaktif, dan merusak jaringan. Radikal bebas akan menjadi tidak berdaya bila berhadapan dengan antioksidan.
Turunkan Risiko Kematian Akibat Stroke Petai juga mempunyai manfaat lain yang luar biasa. Jika mengalami PMS (pre­menstrual syndrome), yaitu sindroma menjelang datangnya menstruasi, seseorang tidak perlu minum tablet apa pun, cukup atasi dengan makan petai. Vitamin B6 yang dikandung petai dapat mengatur kadar gula darah, sehingga akan membangkitkan mood dengan kandungan zat besi yang cukup tinggi (1,2 mg/ 100 g), petai juga dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.
PENJAGA SALURAN PENCERNAAN Kandungan serat dietary fibers yang tinggi membuat petal sangat balk untuk saluran pencernaan. Petal digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan kare­na teksturnya yang lembut dan halus. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung. Petai memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada Anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan petal untuk mengurangi sakitnya. Petai juga sangat baik untuk menjaga suhu tubuh. Banyak budaya lain yang melihat petai sebagai buah "dingin" yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. . Petai akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu bakal meningkatkan kadar gula darah yang telah turun. Sementara susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh."



Jumat, 23 Maret 2012

PENGENDALIAN LALAT BUAH(2)

Guna mengendalikan hama lalat buah secara efektif dilapangan, maka kita harus terlebih dahulu mengetahui prilaku lalat buah. Sebagai binatang siang, lalat buah sangat membutuhkan cahaya untuk aktivitas kehidupannya. Binatang ini tertarik dan terrangsang pada visualisasi warna kuning, yaitu buah menjelang masak disaat warna kuning mulai tampak, merupakan undangan kehadiran lalat buah khususnya lalat betina untuk bertelur.Disamping itu, lalat buah juga memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Dengan alat ini lalat buah  dapat mengenali bau setiap buah melalui aroma, sehingga lalat buah betina sangat mengetahui saat musim buah tiba. 

Bila ingin bertelur, lalat buah betina terbang mencari buah yang menjelang masak. Alat peletak telur (ovipositor) yang berada diruas belakang badan ditusukkan menembus kulit buah, masuk kedalam buah dan membuat semacam rongga. Ke dalam rongga ini alat peletak telur meletakkan telur-telurnya, 1-10 butir sekali diletakkan.Seharian lalat betina akan bertelur terus, dapat sampai 40 butir telur. Dengan demikian seekor lalat buah dalam sehari dapat merusak 1-40 buah.
Seekor lalat buah dapat hidup antara 24-460 hari, lalat buah membutuhkan suhu rendah bagi kehidupannya yaitu 24-26 derajat Celsius, sedangkan diatas itu dapat  menyengat tubuhnya dan mati.

Rabu, 26 Januari 2011

Pengendalian Lalat Buah

Lalat Buah merupakan hama potensial perusak utama hasil buah-buahan dan tanaman hortikultura lainnya.Kerusakan yang ditimbulkannya memang terbatas pada hasil buah saja. Buah menjadi berulat, rusak, dan busuk terkontaminasi oleh bakteri. Sedangkan tanamannya sendiri tidak terganggu, tetap normal, tumbuh sehat, serta akan berbunga dan berbuah seperti biasanya. Larva memakan daging buah, namun tidak mengganggu biji yang terdapat didalamnnya.Untuk menekan, mencegah, memberantas, dan mengeradikasi serangan lalat buah dapat dilakukan tindakan-tindakan antara lain :
  1. Sanitasi kebun,  dengan tujuan untuk memutus atau mengganggu siklus kehidupan lalat.Bentuk sanitasi yang perlu dilakukan diantaranya:
    • Buah-buah yang gugur dikumpulkan setiap hari lalu dibakar sehingga larva yang masih terdapat didalam buah tidak dapat meneruskan siklus hidupnya untuk berkepompong didalam tanah.
    • Lahan dibawah tajuk sebaiknya dicacah agak dalam, merata dan agak kering.kepompong yang terdapat didalam tanah akan terkena sinar matahari, akhirnya mati.
    • Semak-semak disekitar areal pertanaman, sampai radius 1.5 -  3 km, yang merupakan tempat hunian lalat dewasa pada saat tidak musim buah sebaiknya dibabat.
  1. Pembungkusan buah, untuk menghindari tusukan langsung alat peletak telur lalat buah betina maka perlu dibungkus buah tersebut sedini mungkin.Bahan pembungkus dapat menggunakan koran bekas, plastik yang berlobang atau pembungkus khusus.
  2. Pengasapan kebun, Lalat buah ternyata tidak menyukai asap. Asap diduga juga mengganggu dan memperulit gerak lalat. Pengasapan disekitar pohon dapat mengusir lalat, efektif selama tiga hari.
  3. Pemberantasan secara kimia, Menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat langsung disemprotkan ke tanaman, sekitaran tanaman ataupun dapat menggunakan sistem perangkap lalat buah
  4. Pemberantasan secara biologi, Lalat buah memiliki musuh alami anataranya golongan semut, lebah dan tawon. Musuh alami ini memarasit larva dan pupanya, khususnya larva yang baru keluar dari buah untuk berkepompong. Pemberantasan cara ini cukup efektif dan efisien.



Selasa, 14 Desember 2010

Mahoni (Swietenia mahagoni)

Klasifikasi: Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, tanaman ini termasuk dalam keluarga/familia Meliaceae. Tanaman yang di Indonesia dikenal sebagai mahoni ini mempunyai banyak nama sesuai dengan daerah atau negaranya. Di Bangli disebut sebagai mahagni. Di Belanda dikenal sebagai mahok. Orang Perancis menyebutnya acajou atau acajou pays, sementara tetangga kita (Malaysia) menamai tanaman ini cheriamagany. Lain lagi dengan orang Spanyol yang mengenalnya sebagai caoba/caoba de Santo/domingo. Di Indonesia sendiri tumbuhan berkayu keras ini mempunyai nama lokal lainnya, yaitu mahagoni, maoni atau moni. Asal usul tanaman ini dari Hindia Barat dan Afrika.
Morfologi Tanaman: Tanaman mahoni merupakan tanaman tahunan, dengan tinggi rata-rata 5 - 25 m (bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 m), berakar tunggang dengan batang bulat, percabangan banyak, dan kayunya bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3 - 15 cm. Daun yang masih muda berwarna merah dan setelah tua jreng..jreng.. bukan sulap bukan sihir, berubah menjadi hijau. Bunga tanaman mahoni adalah bunga majemuk, tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunganya lepas satu sama lain dengan bentuk menyerupai sendok, berwarna hijau. Mahkota bunga silindris, berwarna kuning kecoklatan. Benang sari melekat pada mahkota. Kepala sari berwarna putih/kuning kecoklatan. Tanaman mahoni ini baru akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Setelah berbunga, tahap selanjutnya adalah berbuah. Buah mahoni merupakan buah kotak dengan bentuk bulat telur berlekuk lima. Ketika buah masih imut berwarna hijau, dan setelah besar berwarna coklat. Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman. Buah yang sudah renta alias tua sekali kulit buahnya akan pecah dengan sendirinya dan biji-biji pipih itu akan bebas berterbangan kemana angin meniup. Bila jatuh ke tanah yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman mahoni generasi baru gitu lohh...
Syarat Tumbuh dan Perbanyakan: Tanaman mahoni ini merupakan tanaman tropis dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai. Tanaman ini menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung (tidak ternaungi). Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan banting, maksudnya... tahan hidup di tanah gersang. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, bisa juga dengan cangkok atau okulasi. Untuk tanaman mahoni yang akan digunakan sebagai tanaman obat, maka tidak boleh diberi pupuk kimia (anorganik) maupun pestisida.
Pemanfaatan: Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh. Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi). Dan sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua (primadona utamanya tetep jati donk..). Untuk mahoni yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan. Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang kabur setelah diobati dengan biji mahoni ini. Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan. Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akan digunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk.

Senin, 13 Desember 2010

KECIPIR, KACANG MULTI KHASIAT



Tanaman kacang-kacangan telah lama dikenal di bumi Nusantara ini. Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati yang saling melengkapi yang dapat dikombinasi dengan biji-bijian yang lain seperti beras maupun gandum. Komoditi ini juga ternyata potensial sebagai sumber zat gizi . Selain protein, yaitu mineral , vitamin B, carbohidrat dan serat makanan.Disamping diolah secara tradisional dengan cara direbus, dikukus, digoreng, disayur, sebenarnya potensi penggunaannya sangat luas untuk menghasilkan produk baru misalnya sebagai bahan baku tepung campuran ( flour mix ) yang dapat digunakan dalam pembuatan berbagai produk makanan termasuk makanan bayi.

Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanaman kacang-kacangan dengan berbagai variasi dalam bentuk ,warna, ukuran yang sebenaranya potensial untuk dijadikan sebagai sumber gizi dalam menu sehari hari makanan sehat bergizi dan berimbang. Kandungan serat tanaman kacang-kacangan tinggi, maka kacang-kacangan dapat dijadikan sumber serat dalam menu makanan kita sehari-hari yang mana tak kalah dibanding dengan serat makanan dalam buah-buahan dan sayuran yang dikenal dapat mencegah timbulnya kanker dan sebagainya ( Sutrisno Kusworo, 2008 ). Memang telah banyak dilakukan untuk mengangkat kacang-kacangan lokal Indonesia, seperti kacang kecipir, kacang tunggak, ( kacang tolo ) ,kacang jogo dan koro-koroan. Tetapi hasilnya ternyata masih belum memuaskan , artinya belum merakyat apalagi disejajarkan dengan kacang kedelai yang dengan bekennya dibuat tempe sebagai makanan rakyat. Di masyarakat usaha pembuatan tempe jenis kacang kedelai mendominasi hal ini meski kebutuhan bahan baku ini harus diimport dari mancanegara.

Nilai gizi kacang-kacangan memberikan sekitar 135 kkal per 100 gram bagian yang dapat dimakan . Jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100 gram ( 1 ons ) , maka jumlah itu akan mencukupi sekitar 20 % kebutuhan protein dan 20 % kebutuhan serat per hari . Menurut ketentuan pelabelan internasional, jika suatu bahan / produk pangan dapat
menyumbangkan lebih dari 20 % dari kebutuhan suatu zat gizi per hari, maka dapat dinyatakan sebagai bahan atau produk pangan yang tinggi akan gizi tersebut ( Sutrisno Kusworo, 2008 ).

Dengan teknologi pengolahan yang semakin maju kacang-kacangan tidak hanya diolah dengan cara-cara tradisional tetapi dapat dibuat ingredient misalnya tepung, konsentrat atau isolat protein. Kelebihan dari pengolahan ini adalah apabila dicampurkan dengan tepung beras atau gandum produk ingredient tersebut dapat memberikan sifat-sifat fungsional yang dikehendaki. Protein dalam tepung kacang-kacangan dapat memberikan sifat pengemulsi minyak yang baik, membentuk busa , membentuk gel, menangkap atau menahan air dan mempunyai warna dan bau yang dapat diterima. Contoh pengolahan tepung dari kecambah ternyata dapat menghilangkan berbagai senyawa anti gizi didalamnya, dapat mempertahankan mutu proteinnya dan mengandung Vit C yang cukup tinggi. Kacang-kacangan dapat juga digunakan sebagai bahan utama atau bahan tambahan dalam fermentasi berbagai makanan misalnya kecap, tempe, tahu dan dapat juga sebagai bahan baku pembuatan bermacam-macam snack. Keunggulan mengkonsumsi makanan yang bersumber kacang-kacangan , memang ada penelitian yang telah dilakukan , ditemukan berbagai masalah dalam pemanfaatan kita mengkonsumsi seperti tripsin inhibitor, lektin atau hemaglutinin, tanin dan filtrat dapat dihilangkan dengan pemasakan dan cara pengolahan yang benar. Masalah timbulnya flatulensi ( kembung perut ), keterbatasan kandungan sitein dan metionin dan lamanya waktu pemasakan telah dapat diatasi dengan baik.

Untuk menumbuhkan minat masyarakat agar senantiasa menyertakan kacang-kacangan dalam menu makanan kita sehari-hari, perlu kiranya masyarakat diberikan informasi tentang hal tersebut dengan benar. Sehingga masyarakat bisa dan terbiasa mau mengkonsumsi kacang-kacangan karena pemahaman nilai gizi yang sangat kita butuhkan demi hidup layak dan sehat.

A. Deskripsi Tanaman Kecipir
Tanaman kecipir ( Psophocarpus tetragonolobus ) merupakan tanaman tropis yang jumlahnya sangat melimpah di negara agraris, contohnya di Indonesia. Kecipir berasal dari Indonesia bagian timur. Di Sumatera dikenal sebagai kacang botol atau kacang belingbing / kacang embing, jaat ( Sunda ), kelongkang ( Bali ), biraro ( Ternate ), cubilet ( Banda ) dalam bahasa inggris disebut Winged bean. Tanaman kecipir mudah untuk dibudidayakan ,. Umumnya masyarakat menanamnya hanya untuk sekedar penutup pagar. Hal ini dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari kecipir masih kurang.Dibanding dengan hasil produksi dari kacang tanah , kecipir cukup menjanjikan. Produksi kecipir mencapai 2.380 kg /ha, sedangkan kacang tanah dan kedelai masing –masing hanya 1.000 kg /ha dan 900 kg/ha ( Rismunandar,1986 ).

1. Klasifikasi

Dalam kalasifikasi dunia tumbuhan, tanaman kecipir diklasifikasi sebagai berikut:
Devisi : Spermatophyta
Sub devisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Rosales
Suku : Papillionaceae
Marga : Psophocarpus

2. Habitat dan Cara tumbuh

Tanaman kecipir merupakan tanaman tahunan, tumbuh menjalar di atas tanah atau merambat pada tanaman lain atau dapat juga dibuatkan penyangga untuk merambat, bunga mampu menyerbuk sendiri. Kecipir cocok ditanam di negara kita , dari dataran rendah hingga dataran tinggi ( sampai ketinggian 1600 m dpl ) kecipir dapat tumbuh. Tanaman kecipir bisa hidup ditanah dengan bahan organik rendah, lempung, berpasir, maupun tanah kering.
3. Batang kecipir
Batang bulat beralur, beruas dan berwarna hijau.

4. Daun

Daun majemuk berbentuk segitiga, beranak daun tiga, ujung lancip pangkal tumpul,
tepi rata dengan panjang kurang lebih 7- 8,5 cm pertulangan menyirip, letak berseling , tangkai daun bulat beralur, bagian atas berlekuk memanjang, pangkal dan ujung menebal , berwarna hijau dengan noda-noda kuning.

5. Sistem perakaran

Tanaman kecipir memiliki akar tunggang berwarna putih kecoklatan.

6. Buahnya

Buahnya berpolong dengan 4 siku yang bersayap atau bergelombang.

7. Biji kecipir

Bentuk bulat warna hitam kecokelatan. Memiliki kulit biji keras karena mengandung
hemiselulosa dan selulosa.
B. Nilai Gizi Kecipir Hubungannya dengan Kesehatan
1. Kandungan zat gizi.
Gizi adalah zat atau unsur-unsur kimia yang terkandung dalam makanan yang diperlukan untuk metabolisme di dalam tubuh secara normal.

a. Karbohidrat & Protein

Biji kecipir tua komposisi gizinya paling baik. Mengandung protein, lemak , karbohidrat, vitamin dan mineral cukup tinggi dibanding polong muda , umbi maupun daunnya. Protein dan karbohidrat biji kecipir bahkan mengungguli kacang tanah dan hampir setara kacang kedelai.

b. Asam amino

Asam aminonya hampir sama dengan kedelai, sebagaii sumber protein yang baik. Namun pada biji kecipir juga kekurangan asam amino seperti sistein,methionin, triftofan, sehingga pemanfaatan protein oleh tubuh kurang efisien. Kecipir kaya akan asam amino Lisin
mencapai 413 – 600 mg per 100 g N, sedang pada kedelai hanya 399 mg per 100 g N. Asam amino lisin berperan penting dalam proses pertumbuhan. Untuk menutupi kekurangan asam amino lisin dapat dikombinasikan bahan pokok lain seperti beras, jagung, dan umbi-umbian, karena itu biji kecipir layak dijadikan lauk sebagai hidangan

c.Vitamin.

Vitamin : Betakaroten, thiamin, riboflavin, niasin, asam askorbat.Tokoferol : dalam
minyak biji kecipir dapat mengkatalis Vitamin A

d.Mineral.

Mineral : kalsium ( 2,3 g ) , magnesium (2,25 g ),kalium ( 1,10 g ) , fosfor ( 4,5 g )dan besi ( 10,8 g dapat mengatasi /mencegah anemia ) Baik untuk ibu hamil maupun menyusui.
e.Sumber serat
Jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100 gram ( 1 ons ) , maka jumlah itu akan mencukupi sekitar 20 % kebutuhan protein dan 20 %
kebutuhan serat per hari .
2. Kandungan Zat Lain Bukan Gizi

a. Bau Langau
Biji kecipir menghasilkan bau langau, menyebabkan hasil olahan makanan ini belum dapat diterima di masyarakat luas. Bau langau disebabkan oleh aktivitas Enzym lipoksigenase yang secara alami terdapat pada kacang-kacangan.Perendaman biji selama empat jam diikuti dengan pengukusan pada suhu 100 derajat celcius selama 10 menit, sudah cukup untuk menginaktifkan enzym lipoksigenase dan memperbaiki bau pada olahan ini.
b.Kandungan racun
Biji dan daun kecipir mengandung racun flavanoid, saponin dan tanin.

3. Manfaat bagi kesehatan


a. Pelangsing tubuh dan gairah seksual.

Oleh masyarakat Arab, Pakistan dan China , biji kecipir dapat dijadikan obat tradisional yaitu untuk kesehatan kulit, pelangsing tubuh dan peningkat gairah seksual.

b.Obat sariawan

Di Indonesia umbi kecipir dapat dijadikan sebagi obat sariawan dengan cara ditambah gula batu.

c.Obat kebugaran tubuh / pemulih energi

Daun kecipir yang berwarna gelap dapat dijadikan sebagai obat pemulih energi / kebugaran tubuh.

d. Turunkan LDL , Naikkan HDL

Selain protein, lemak biji kecipir relatif tinggi sekitar 15-20 %. Sekitar 71 % nya merupakan asam lemak tidak jenuh, terutama asam linoleat, Asam linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh omega 6. Asam lemak omega 6 ( dari biji-bijian ) dan omega 3 ( ikan laut ) dibutuhkan untuk kesehatan tubuh yang prima. Lemak dalam kecipir terdiri atas asam lemak tak jenuh yang bermanfaat menurunkan kadar total kolesterol. Sementara lemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol adalah lemak jenuh yang banyak terdapat pada daging. Lemak
tak jenuh mampu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL. LDL disebut kolesterol jahat karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah, LDL merupakan pembawa kolesterol terbanyak, yaitu kurang lebih 60 persen dari total plasma , HDL disebut kolesterol baik, HDL dapat membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati,
C. Macam-macam produk olahan

1. Polong muda, daun dan bunga kecipir

Kecipir merupakan tanaman pangan multimanfaat.Hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan oleh kita sebagai bahan pangan setiap bagian dari tanaman ini selalu ada manfaatnya, buahnya /polong yang masih muda, bunganya dapat dijadikan sayur atau sebagai lalap , direbus atau dicampur sayuran lain sebagai sayur asam, sayur
lodeh, urap, karedok, pecel, gado-gado, ditumis atau dioseng dibuat salad atau sup. Disamping dapat dibuat sayur bunga kecipir dapat diolah menjadi bumbu, rempah-rempah, permen, dan bahan pewarna alami.

2. Biji kecipir

Biji kacang kecipir sama dengan biji kacang kedelai atau kacang-kacangan yang lain biji dapat diolah menjadi tempe . Pembuatan tempe kacang kecipir yang dikombinasi dengan beras dapat diolah menjadi tempe yang tinggi protein.

3. Umbi kecipir

Umbi dari kecipir rasanya agak manis, daging berwarna putih gading, berserat kokoh seperti apell tetapi bau kurang sedap , umbi ini dapat dolah sebagai bahan pangan yang kaya akan zat gizi.


DAFTAR PUSTAKA

Margono, T, Suryati, D, Hartinah, S, 1993, Buku Panduan Teknologi
Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI
bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation.

-----------------Guna kecipir. Selera, X (4), April 1991: 44-46

.----------------Profil industri tauco Jakarta : Proyek Bimbingan dan Pengnembangan Industri Kecil, Departemen Perindustrian, s.a

Rais , S. A, 2004, Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor

Zuraida, N, Somantri, I,H. Silitonga, T,S, Budiarti, S, G. Hadiatmi, Minantyorini, Sri Widowati, dan A. Hidayat, 2001,Evaluasi Sifat Fisiko Kimia dan Fungsional Plasma Nutfah Tanaman Pangan. Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Kamis, 30 September 2010

Buah Tidak Normal, Kenapa?


Rasa senang muncul ketika kita melihat pohon yang kita tanam dan tunggu bertahun-tahun ternyata sudah mulai berbuah, tapi setelah menjelang panen kekecewaan muncul melihat buah yang diharap-harapkan banyak yang afkir/rusak akibat buah yang bentuknya tidak normal (abnormal).Mengapa hal ini terjadi, apa yang salah? padahal selama ini kita melakukan perawatan sudah intensif, pemupukan sudah rutin dan menggunakan pupuk yang mahal...
Bentuk buah yang tidak normal, seperti bentuknya kecil dari biasanya, warna, rasa dan ketebalan daging menjadi berbeda atau buah menjadi pecah-pecah dan sebagainya. Bentuk buah seperti ini digolongkan sebagai bentuk buah yang tidak normal yang timbul sebagai akibat adanya kelainan atau gangguan fisiologis. Kelainan Fisiologis menurut buku Mengatasi Buah Rontok,Busuk dan Berulat (M.Baga Kalie, 2000) adalah terjadi akibat adanya ketidakseimbangan metabolisme yang dirangsang oleh suatu penyebab sehingga menimbulkan pelbagai gangguan atau kerusakan pada sel atau jaringan.Beberapa Penyebabnya diantaranya adalah kekurangan atau kelebihan hara, iklim yang tidak serasi, dan polusi udara atau gas.

Jumat, 24 September 2010

ULAT API, CANTIK TAPI PERUSAK SAWIT




Ulat Api (Setora nitens Wlk) merupakan salah satu hama yang berpengaruh dalam kelangsungan budidaya. Bagaimana tidak? Hama ini sering sekali menyerang areal pertanian. Sekitar tahun 2007 saja, hama ini dapat menyerang 500 ha kelapa sawit. Tentu saja kerugian yang ditumbulkan sangat besar.

Ulat ini disebut ulat api karena jika bulunya mengenai kulit akan menyebabkan rasa panas yang luar biasa. Ulat ini termasuk ke dalam ulat yang rakus, karena memakan semua jenis tanaman. Tanaman sering menyerang tanaman kelapa sawit, kelapa, jeruk, teh, kopi dan tanaman lainnya.

Di areal budidaya ulat ini ditemukan dengan berbagai macam warna antara lain hijau kekuningan, kuning orange atau merah orange. Pada tubuhnya juga sering terdapat bercak-bercak warna seperti hitam, kuning dan merah. Dengan warna yang sedemikian ulat ini kelihatan cantik, walaupun sebenarnya sedikit berbahaya.

Pada punggung ulat ini terdapat bulu-bulu yang runcing. Bulu tersebut tumbuh berbaris membentuk garis sejajar dari kepala hingga ke ekornya. Pada kedua ujungnya terdapat bulu dengan ukuran lebih panjang. Bulu-bulu inilah yang jika terkena kulit menyebabkan rasa panas dan biasanya diikuti dengan membengkaknya bagian yang tertusuk.

Seperti ulat yang lain, ulat ini juga merupakan proses metamorfosis. Setelah berbentuk ulat, dalam waktu 25-40 hari dia akan berubah menjadi kepompong. Kepompongnya berwarna coklat dengan ukuran 10-15 mm. Masa berkepompongnya berkisar antara 20 sampai 30 hari. Setelah menjadi kepompong akan terbentuk ngengat berwarna coklat sedikit keabu-abuan. Ngengat betina dewasa dapat bertelur mencapai jumlah 300 butir.

Selasa, 29 Juni 2010

SAWIT PUN SUDAH MULAI TINGGI


Tidak terasa setahun setengah sudah umur Sawit yang Kami rawat, Sawit udah mulai kelihatan tinggi. Memang mengasikkan jika kebun terdiri dari beraneka jenis tanamannya, kalau lagi bete di tanaman yang ini bisa seger kembali jika melihat tanaman yang lain apalagi jika ada buahnya...asyik..
Alhamdulillah tanaman Sawit yang dirawat tumbuhnya subur, hijau dan menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, kalau tidak salah prediksi mungkin setahun lagi sudah belajar berbuah...hore...semua jenis tanaman sudah berbuah semua.. mulai jeruk, Lengkeng, Buah Naga dan yang terakhir Sawit....Mahoni dan Sungkai sih... masih beberapa puluh tahun lagi baru bisa dipanen.....Tanaman Kayu sih...lama nunggunya...tapi tetap asyik.... 3 sampai 5 tahun lagi kebun kita PT. MJL akan menjadi sumber Oksigen terbesar di Sambas..mudah-mudahan....

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA



Tanaman Buah Naga sebenarnya termasuk tanaman yang tahan banting dan relatif mudah perawatannya. Tetapi tentunya dalam budidaya selalu ada gangguan hama dan penyakit yang menyerang yang bisa mengakibatkan hasil produksi yang tidak maksimal dan bisa mengalami kerugian. Oleh karena itu harus diperhatikan apabila anda menjumpai gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah naga.

Adapun gangguan hama yang menyerang tanaman buah naga yaitu :

Tungau
Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari hijau menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.

Kutu Putih
Tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug) pada permukaan batang atau cabang akan berselaput kehitaman dan terlihat kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada cabang yang diserang. Biasanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.

Kutu Sisik
Hama kutu sisik (Pseudococus sp.) umumnya berada pada bagian cabang yang tidak terkena matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini akan terlihat kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan penyemprotan Kanon dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu putih pada sela-sela tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar matahari.

Kutu Batok
Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan mengisap cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya juga bisa menggunakan cara yang sama dengan pengendalian hama kutu putih dan kutu sisik.

Bekicot
Hama bekicot sangat merugikan tanaman buah naga karena merusak batang atau cabang dengan menggerogotinya dan dapat mengakibatkan cabang busuk. Hama ini disebabkan karena kebersihan kebun yang kurang terjaga.

Semut
Pada umumnya semut akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna coklat yang tentunya harga buah akan menurun dengan kualitas seperti itu. Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr air.

Burung
Gangguan burung pada buah naga umumnya jarang terjadi dan tidak perlu dikuatirkan. Biasanya menyerang buah yang telah masak pada bagian atas.

Penyakit Buah Naga
Penyakit yang menyerang tanaman buah naga terhitung tidak banyak jenis dan penyebabnya. Meskipun demikian, jika tanaman terserang harus segera diatasi agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Berikut ini penyakit buah naga dan penyebabnya serta tindakan pengobatannya :

Busuk Pangkal Batang
Penyakit ini umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini sering terjadi pada bibit setek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan.

Pengobatan tanaman buah naga yang terserang penyakit ini dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang terserang.

Untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan pengairan yang disertai dengan penyemprotan fungisida dan Atonik didaerah pangkal batang pada tanaman yang berumur 30 hari pada awal penanaman.

Busuk Bakteri
Gejala tanaman buah naga yang terserang penyakit ini adalah tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas sp. Pengobatannya dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada lubang tanam diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.

Fusarium
Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara lain cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Benlate dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang.

Pegagan Kecil Bentuknya, tapi Gede Khasiatnya


Pegagan tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sebagai penutup tanah diperkebunan dan dipekarangan sebagai tanaman sayur. Pegagan berasal dari Asia tropik, menyukai tanah yang agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung, dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2.500 m dpl.
Terna, menahun, tidak berbatang, mempunyai rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap, panjang 10-80 cm, akar keluar dari setiap buku-buku, banyak percabangan yang membentuk tumbuhan baru. daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar yang terdiri dari 2-10 helai daun. Helaian daun berbentuk ginjal, tepi bergerigi atau beringgit, kadang agak berambut, diameter 1-7 cm. Bunga tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bunga bersama-sama keluar dari ketiak daun, berwarna merah muda atau putih. Buah kecil, bergantung, berbenuk lonjong, pipih, panjang 2-2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. Daunnya dapat dimakan sebagai lalap untuk penguat lambung. Pegagan dapat diperbanyak dengan pemisahan stolon dan biji.
Sifat dan Khasiat
Herba rasanya manis, sifatnya sejuk, berkhasiat tonik, antiinfeksi, antitoksik, antirematik, penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuerik ringan), pembersih darah, memperbanyak pengeluaran empedu, pereda demam (antipiretik), penenang (sedatif), mempercepat penyembuhan luka, dan melebarkan pembuluh darah tepi (vasodilator perifer). Khasiat sedatif terjadi melalui mekanisme kolinergik di susunan syaraf pusat
Kandungan Kimia
Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral (seperi garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi) zat pahit vellarine dan zat samak.
Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktivitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside berperan dan senyawaan sejenis juga berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum, pegagan berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya
Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah herba (seluruh bagian tanaman kecuali akar)
Indikasi
Herba digunakan untuk pengobatan:
Radang hati disertai kuning (hepatitis ikterik akut), pembengkakan hati
Campak (=measles, =morbili, =rubeola/li>
Demam, sakit tenggorokan, selalu merasa haus
Asam, bronkitis, radang pleura (pleuritis)
Radang mata merah
Kelutihan (leukore)
Infeksi dan batu saluran kencing
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Bengkak terpukul (memar) nyeri
Rheumatism, rheumatoid arthritis
Perdarahan (muntah darah, batuk darah, kencing darah, mimisan)
Wasir
Sirkulasi pembuluh sarah balik yang buruk
Sakit perut, disentri
Cacingan
Tidak nafsu makan
Lepra (Morbus Hansen), tuberkolosis
Keracuanan makanan (seperti jengkol, udang, kepiting)
Keracunan bahan kimia (gelmisium elegans, arsen dan obat-obatan)

Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, cuci 30-60g herba segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Cara lain, giling herba sampai halus, lalu peras dan air perasannya diminum. Bisa juga, seduh 1-2g bubuk kering dengan air panas. Setelah dingin minum sekaligus. Untuk mengobati keracunan, jus 500-1.500 g herba pegagan segar, lalu minum sekaligus.
Untuk Pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit, seperti pada bisul, luka bakar, luka bernanah, tuberkulosis (TBC) kulit, herpes zoster, eksim, dan gigitan ular. Cara lain, rebus herba segar dan gunakan air rebusannya sebagai obat kumur pada sariawan atau mencuci luka berdarah dan bernanah. Ekstrak minyaknya dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.

Sabtu, 01 Mei 2010

Perangkap Serangga (Yellow Trap)


Monitoring hama yang menyerang tanaman harus dilakukan sesering mungkin agar didalam pengendalian Hama dilapangan dapat tepat sasaran dan bahan yang digunakan, tidak asal semprot ternyata berujung pada pemborosan biaya.Untuk mengamati hama yang menyerang kebun kita selain dengan melihat langsung hama yang menyerang bagian tanaman kita dapat pula menggunakan alat bantu berupa alat Perangkap Kuning (Yellow Trap), yaitu perangkap yang berwarna kuning sehingga dapat menarik serangga dan menjeratnya karena telah diolesi dengan lem. Hama yang dapat diperangkap dengan hama ini antara lain Kutu loncat, trips, kutu daun, dan semua golongan serangga yang tertarik dengan gelombang yang dipancarkan benda yang berwarna kuning.
Cara pembuatan Perangkap Kuning adalah sebagai berikut :
Bahan terdiri dari paralon 4 inci yang dipotong-potong sepanjang 25 cm, "Scot light" berwarna kuning yang mempunyai panjang gelombang lebih kurang 450 berukuran panjang 30,2 cm dan lebar 20 cm dan plastik transparan berukuran folio atau dapat pula menggunakan plastik mika yang berwarna kuning mengkilat dan warna transparant.Bagian atas dan bawah potongan paralon dicat warna hitam setinggi 3 cm dengan maksud agar lebih kontras (atau dapt menggunakan lakban hitam).
Plastik kuning direkatkan melingkar pada paralon dan dipaku pada bagian ujung tiang kayu dibagian dalam paralon. Kemudian dipasang dalam posisi berdiri diantara pohon-pohon setinggi kanopi tanaman. Dalam satu hektar tanaman diperlukan 10-14 perangkap kuning. Plastik transparant yang telah dilapisi lem perangkap tikus atau dapat pula menggunakan minyak goreng yang tidak berbau, kemudian dipasang melingkar pada perangkap dan dikaitkan dengan klip. Pengamatan dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan cara mengamati hama yang terjerat dengan mengambil plastik transparant yang telah ditutup plastik tipis. pada saat bersamaan, plastik transparant berlem yang baru, dapat dipasang untuk periode pengamatan selanjutnya.

Minggu, 04 April 2010

LEMON TEA, JERUK IDOLA BARU




Siapa yang kenal jeruk Lemon tea..? pasti masih sedikit orang mengenal jeruk ini karena jeruk ini bukan jeruk yang biasa dikonsumsi langsung layaknya jeruk Siam Pontianak, dan Siam lainnya… tapi jeruk ini harus diolah dulu atau digunakan untuk penambah citra rasa ketika kita menikmati enaknya Tea .
Jeruk ini sekarang merupakan idola baru untuk dibudidayakan dalam skala luas, karena banyak industry hilir yang menggunakan jeruk ini untuk berbagai kebutuhan manusia yaitu sebagai bahan dasar untuk sabun pencuci piring, Shampo, sabun mandi, pewangi ruangan, bahan kosmetika sampai digunakan untuk bahan makanan seperti larutan pencegah panas dalam, dll.
Budidaya tanaman ini tidak jauh berbeda ketika kita menanam dan merawat tanaman jeruk lainnya, hanya saja keunggulan jeruk ini dilihat dari aspek budidaya adalah Hama dan penyakit yang enyerang tidak sebanyak jeruk Siam atau keprok, produksi yang dihasilkan lebih banyak , dan waktu panen yang cepat karena bunga muncul tidak tergantung musim.dalam artikel ini merupakan artikel pendahuluan, nantinya akan ada artikel lanjutan yang membahas Lemon Tea secara detil..tunggu aja ya….salam KOMCINTA…

Kumbang KOKSI yang seksi


Jika kita pernah Jalan-jalan dan masuk ke dalam kebun Jeruk, maka kalo kita amati secara serius di daun muda biasanya banyak kutu-ktu kecil yang disebut Aphids menghisap jaringan tanaman muda daun jeruk. Hama Ini sangat kecil ukuran badannya, tapi masih bisa kita lihat dengan mata telanjang. Biasanya ada yang berwarna merah kecoklatan dan kuning. Aphids merupakan hama pengganggu tanaman jeruk yang cukup merugikan tanaman. Daun yang terserang akan kehilangan cairan dan menyebabkan daun menjadi kuning dan menggulung kebawah karena kutu ini menghisap dibagian bawah daun. Aphids ini juga merupakan hama vector atau pembawa penyakit Tristeza yang disebabkan oleh Virus, sehingga keberadaannya harus dikendalikan secara serius. Pengendalian hama ini selain menggunakan insektisida yang bersifat racun, dapat pula menggunakan pengendalian secara biologis yaitu menggunakan binatang predator, yaitu binatang yang dapat memangsa kutu tersebut. Predator yang terkenal adalah Kumbang Koksi, seperti terlihat di gambar kumbang ini bentuknya menarik dengan warna merah dan hitam ada pula yang berwarna kuning. Kumbang ini memakan kutu-kutu dengan lahapnya seperti sedang memakan mie ayam…ha..ha…
Jika kita menemukan kumbang ini di kebun, maka jangan di binasakan karena kumbang ini sangat bermanfaat bagi kita untuk mengendalikan populasi kutu daun yang menyerang tanaman jeruk kita.Akan tetapi jika populasi kutu daun tersebut sudah diatas ambang pengendalian maka tidak ada cara lain maka kutu harus dikendalikan dengan insektisida secara keseluruhan kebun dan berdampak terhadap menurunnya populasi kumbang koksi juga yang akan ikut tersemprot.