Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hutan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Mahoni (Swietenia mahagoni)

Klasifikasi: Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, tanaman ini termasuk dalam keluarga/familia Meliaceae. Tanaman yang di Indonesia dikenal sebagai mahoni ini mempunyai banyak nama sesuai dengan daerah atau negaranya. Di Bangli disebut sebagai mahagni. Di Belanda dikenal sebagai mahok. Orang Perancis menyebutnya acajou atau acajou pays, sementara tetangga kita (Malaysia) menamai tanaman ini cheriamagany. Lain lagi dengan orang Spanyol yang mengenalnya sebagai caoba/caoba de Santo/domingo. Di Indonesia sendiri tumbuhan berkayu keras ini mempunyai nama lokal lainnya, yaitu mahagoni, maoni atau moni. Asal usul tanaman ini dari Hindia Barat dan Afrika.
Morfologi Tanaman: Tanaman mahoni merupakan tanaman tahunan, dengan tinggi rata-rata 5 - 25 m (bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 m), berakar tunggang dengan batang bulat, percabangan banyak, dan kayunya bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3 - 15 cm. Daun yang masih muda berwarna merah dan setelah tua jreng..jreng.. bukan sulap bukan sihir, berubah menjadi hijau. Bunga tanaman mahoni adalah bunga majemuk, tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunganya lepas satu sama lain dengan bentuk menyerupai sendok, berwarna hijau. Mahkota bunga silindris, berwarna kuning kecoklatan. Benang sari melekat pada mahkota. Kepala sari berwarna putih/kuning kecoklatan. Tanaman mahoni ini baru akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Setelah berbunga, tahap selanjutnya adalah berbuah. Buah mahoni merupakan buah kotak dengan bentuk bulat telur berlekuk lima. Ketika buah masih imut berwarna hijau, dan setelah besar berwarna coklat. Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman. Buah yang sudah renta alias tua sekali kulit buahnya akan pecah dengan sendirinya dan biji-biji pipih itu akan bebas berterbangan kemana angin meniup. Bila jatuh ke tanah yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman mahoni generasi baru gitu lohh...
Syarat Tumbuh dan Perbanyakan: Tanaman mahoni ini merupakan tanaman tropis dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai. Tanaman ini menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung (tidak ternaungi). Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan banting, maksudnya... tahan hidup di tanah gersang. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, bisa juga dengan cangkok atau okulasi. Untuk tanaman mahoni yang akan digunakan sebagai tanaman obat, maka tidak boleh diberi pupuk kimia (anorganik) maupun pestisida.
Pemanfaatan: Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh. Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi). Dan sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua (primadona utamanya tetep jati donk..). Untuk mahoni yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan. Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang kabur setelah diobati dengan biji mahoni ini. Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan. Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akan digunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk.

Selasa, 12 Januari 2010

SUNGKAI, Tanaman Hutan yang Lagi booming


Sungkai merupakan salah satu jenis tanaman Hutan yang banyak terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah, Tanaman ini mempunyai nilai yang cukup tinggi mengingat tanaman ini dapat digunakan selain untuk Exterior rumah tapi juga dapat digunakan untuk interior rumah, seperti perabotan rumah dan lain sebagainya. Adapun ciri-ciri dari tanaman ini antara lain :
• memiliki daun majemuk ( 1 tangkai memiliki banyak helai daun)
• Bentuk daun panjang dan meruncing
• daun muda berwarna coklat sampai kemerahan
• batang memiliki ruas/buku
• Warna batang hijau kecoklatan
Sungkai dapat tumbuh di segala jenis tanah, tetapi lebih optimal didaerah yang memiliki banyak topsoil dan memerlukan daerah yang banyak air (bukan daerah yang tergenang air). Di daerah Kalimantan Barat pun sudah mulai membudidayakan tanaman hutan ini dalam skala yang besar. Cara budidaya tanaman ini tidak terlampau sulit, seperti layaknya tanaman hutan lainnya. Sekilas budidaya tanaman Sungkai yang kami ketahui adalah sebagai berikut:
1. Pembibitan
Perbanyakan tanaman Sungkai dapat diperoleh dengan cara Stek Cabang, biasanya menggunakan cabang dengan diameter ± 3 cm, panjang stek ± 20 cm, warna batang yang baik untuk stek adalah yang telah berwarna hijau kecoklatan, 1 stek sebaiknya memiliki 2-3 ruas. Stek yang sudah dipotong-potong kemudian ditanam langsung dipersemaian ataupun polybag dengan kedalaman tanam 1/3 – ½ dari panjang stek. Media tanam yang digunakan harus gembur dengan campuran antara topsoil dan sekam/serbuk gergaji. Sebelum stek ditanam sebaiknya dicelupkan terlebih dahulu dengan perangsang akar. Perawatan di pembibitan layaknya pembibitan tanaman lain yaitu: Penyiraman rutin sehari 2 kali tergantung kondisi media (jangan terlalu basah), kemudian dipupuk 2 kali dalam sebulan. Pengendalian HPT dilakukan jika terdapat gejala serangan Hama atau Penyakit. Stek sudah siap tanam kelapangan jika telah berumur ± 4 bulan, tinggi tanaman sekitar 40 cm, dan telah memiliki lebih dari 6 tangkai daun.
2. Perawatan di Lapangan
Karena Tanaman ini yang akan diambil hasilnya kemudian hari adalah batang utama maka jarak tanam yang digunakan agak rapat yaitu 2x2, 3x3 atau 4x4. Sehingga populasi perhektarnya (untuk 4x4) sebanyak 625 pk. Metode penanaman menggunakan lobang dengan jarak lobang 60 cm x 60 cm x 40 cm. Lobang yang telah dibuat diberi beri campuran media antara topsoil dan TA/kompos. Perawatan tanaman dilapangan yang paling penting adalah Pemupukan dan Pemangkasan tunas, sedangkan Pengendalian HPT tergantung serangan yang muncul. Penyakit dan Hama yang sering menyerang tanaman ini tidaklah sebanyak tanaman Hortikultura. Pemupukan dilakukan rutin sebanyak 4 kali/ tahun. Pemangkasan tunas sebaiknya dilakukan sesering mungkin yaitu 2 x dalam sebulan karena batang utama nantinya sebagai hasil produksi