Lengkeng Itoh berbuah lebat
Lengkeng Itoh berbuah lebat(2)
Jeruk Tebas
Dragon fruit
"Cintailah Tanaman setulus hatimu, maka ia akan memberikan hasil yang terbaik bagimu" Silahkan bergabung dalam Komunitas ini, Pasti banyak ilmu yang anda dapatkan.Selamat bergabung....
Selasa, 16 November 2010
Kamis, 30 September 2010
Buah Tidak Normal, Kenapa?
Rasa senang muncul ketika kita melihat pohon yang kita tanam dan tunggu bertahun-tahun ternyata sudah mulai berbuah, tapi setelah menjelang panen kekecewaan muncul melihat buah yang diharap-harapkan banyak yang afkir/rusak akibat buah yang bentuknya tidak normal (abnormal).Mengapa hal ini terjadi, apa yang salah? padahal selama ini kita melakukan perawatan sudah intensif, pemupukan sudah rutin dan menggunakan pupuk yang mahal...
Bentuk buah yang tidak normal, seperti bentuknya kecil dari biasanya, warna, rasa dan ketebalan daging menjadi berbeda atau buah menjadi pecah-pecah dan sebagainya. Bentuk buah seperti ini digolongkan sebagai bentuk buah yang tidak normal yang timbul sebagai akibat adanya kelainan atau gangguan fisiologis. Kelainan Fisiologis menurut buku Mengatasi Buah Rontok,Busuk dan Berulat (M.Baga Kalie, 2000) adalah terjadi akibat adanya ketidakseimbangan metabolisme yang dirangsang oleh suatu penyebab sehingga menimbulkan pelbagai gangguan atau kerusakan pada sel atau jaringan.Beberapa Penyebabnya diantaranya adalah kekurangan atau kelebihan hara, iklim yang tidak serasi, dan polusi udara atau gas.
Jumat, 24 September 2010
ULAT API, CANTIK TAPI PERUSAK SAWIT


Ulat Api (Setora nitens Wlk) merupakan salah satu hama yang berpengaruh dalam kelangsungan budidaya. Bagaimana tidak? Hama ini sering sekali menyerang areal pertanian. Sekitar tahun 2007 saja, hama ini dapat menyerang 500 ha kelapa sawit. Tentu saja kerugian yang ditumbulkan sangat besar.
Ulat ini disebut ulat api karena jika bulunya mengenai kulit akan menyebabkan rasa panas yang luar biasa. Ulat ini termasuk ke dalam ulat yang rakus, karena memakan semua jenis tanaman. Tanaman sering menyerang tanaman kelapa sawit, kelapa, jeruk, teh, kopi dan tanaman lainnya.
Di areal budidaya ulat ini ditemukan dengan berbagai macam warna antara lain hijau kekuningan, kuning orange atau merah orange. Pada tubuhnya juga sering terdapat bercak-bercak warna seperti hitam, kuning dan merah. Dengan warna yang sedemikian ulat ini kelihatan cantik, walaupun sebenarnya sedikit berbahaya.
Pada punggung ulat ini terdapat bulu-bulu yang runcing. Bulu tersebut tumbuh berbaris membentuk garis sejajar dari kepala hingga ke ekornya. Pada kedua ujungnya terdapat bulu dengan ukuran lebih panjang. Bulu-bulu inilah yang jika terkena kulit menyebabkan rasa panas dan biasanya diikuti dengan membengkaknya bagian yang tertusuk.
Seperti ulat yang lain, ulat ini juga merupakan proses metamorfosis. Setelah berbentuk ulat, dalam waktu 25-40 hari dia akan berubah menjadi kepompong. Kepompongnya berwarna coklat dengan ukuran 10-15 mm. Masa berkepompongnya berkisar antara 20 sampai 30 hari. Setelah menjadi kepompong akan terbentuk ngengat berwarna coklat sedikit keabu-abuan. Ngengat betina dewasa dapat bertelur mencapai jumlah 300 butir.
Selasa, 29 Juni 2010
SAWIT PUN SUDAH MULAI TINGGI

Tidak terasa setahun setengah sudah umur Sawit yang Kami rawat, Sawit udah mulai kelihatan tinggi. Memang mengasikkan jika kebun terdiri dari beraneka jenis tanamannya, kalau lagi bete di tanaman yang ini bisa seger kembali jika melihat tanaman yang lain apalagi jika ada buahnya...asyik..
Alhamdulillah tanaman Sawit yang dirawat tumbuhnya subur, hijau dan menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, kalau tidak salah prediksi mungkin setahun lagi sudah belajar berbuah...hore...semua jenis tanaman sudah berbuah semua.. mulai jeruk, Lengkeng, Buah Naga dan yang terakhir Sawit....Mahoni dan Sungkai sih... masih beberapa puluh tahun lagi baru bisa dipanen.....Tanaman Kayu sih...lama nunggunya...tapi tetap asyik.... 3 sampai 5 tahun lagi kebun kita PT. MJL akan menjadi sumber Oksigen terbesar di Sambas..mudah-mudahan....
HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA


Tanaman Buah Naga sebenarnya termasuk tanaman yang tahan banting dan relatif mudah perawatannya. Tetapi tentunya dalam budidaya selalu ada gangguan hama dan penyakit yang menyerang yang bisa mengakibatkan hasil produksi yang tidak maksimal dan bisa mengalami kerugian. Oleh karena itu harus diperhatikan apabila anda menjumpai gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah naga.
Adapun gangguan hama yang menyerang tanaman buah naga yaitu :
Tungau
Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari hijau menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.
Kutu Putih
Tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug) pada permukaan batang atau cabang akan berselaput kehitaman dan terlihat kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada cabang yang diserang. Biasanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.
Kutu Sisik
Hama kutu sisik (Pseudococus sp.) umumnya berada pada bagian cabang yang tidak terkena matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini akan terlihat kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan penyemprotan Kanon dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu putih pada sela-sela tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar matahari.
Kutu Batok
Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan mengisap cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya juga bisa menggunakan cara yang sama dengan pengendalian hama kutu putih dan kutu sisik.
Bekicot
Hama bekicot sangat merugikan tanaman buah naga karena merusak batang atau cabang dengan menggerogotinya dan dapat mengakibatkan cabang busuk. Hama ini disebabkan karena kebersihan kebun yang kurang terjaga.
Semut
Pada umumnya semut akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna coklat yang tentunya harga buah akan menurun dengan kualitas seperti itu. Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr air.
Burung
Gangguan burung pada buah naga umumnya jarang terjadi dan tidak perlu dikuatirkan. Biasanya menyerang buah yang telah masak pada bagian atas.
Penyakit Buah Naga
Penyakit yang menyerang tanaman buah naga terhitung tidak banyak jenis dan penyebabnya. Meskipun demikian, jika tanaman terserang harus segera diatasi agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Berikut ini penyakit buah naga dan penyebabnya serta tindakan pengobatannya :
Busuk Pangkal Batang
Penyakit ini umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini sering terjadi pada bibit setek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan.
Pengobatan tanaman buah naga yang terserang penyakit ini dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang terserang.
Untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan pengairan yang disertai dengan penyemprotan fungisida dan Atonik didaerah pangkal batang pada tanaman yang berumur 30 hari pada awal penanaman.
Busuk Bakteri
Gejala tanaman buah naga yang terserang penyakit ini adalah tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas sp. Pengobatannya dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada lubang tanam diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.
Fusarium
Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara lain cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Benlate dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang.
Pegagan Kecil Bentuknya, tapi Gede Khasiatnya

Pegagan tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sebagai penutup tanah diperkebunan dan dipekarangan sebagai tanaman sayur. Pegagan berasal dari Asia tropik, menyukai tanah yang agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung, dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2.500 m dpl.
Terna, menahun, tidak berbatang, mempunyai rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap, panjang 10-80 cm, akar keluar dari setiap buku-buku, banyak percabangan yang membentuk tumbuhan baru. daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar yang terdiri dari 2-10 helai daun. Helaian daun berbentuk ginjal, tepi bergerigi atau beringgit, kadang agak berambut, diameter 1-7 cm. Bunga tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bunga bersama-sama keluar dari ketiak daun, berwarna merah muda atau putih. Buah kecil, bergantung, berbenuk lonjong, pipih, panjang 2-2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. Daunnya dapat dimakan sebagai lalap untuk penguat lambung. Pegagan dapat diperbanyak dengan pemisahan stolon dan biji.
Sifat dan Khasiat
Herba rasanya manis, sifatnya sejuk, berkhasiat tonik, antiinfeksi, antitoksik, antirematik, penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuerik ringan), pembersih darah, memperbanyak pengeluaran empedu, pereda demam (antipiretik), penenang (sedatif), mempercepat penyembuhan luka, dan melebarkan pembuluh darah tepi (vasodilator perifer). Khasiat sedatif terjadi melalui mekanisme kolinergik di susunan syaraf pusat
Kandungan Kimia
Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral (seperi garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi) zat pahit vellarine dan zat samak.
Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktivitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside berperan dan senyawaan sejenis juga berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum, pegagan berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya
Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah herba (seluruh bagian tanaman kecuali akar)
Indikasi
Herba digunakan untuk pengobatan:
Radang hati disertai kuning (hepatitis ikterik akut), pembengkakan hati
Campak (=measles, =morbili, =rubeola/li>
Demam, sakit tenggorokan, selalu merasa haus
Asam, bronkitis, radang pleura (pleuritis)
Radang mata merah
Kelutihan (leukore)
Infeksi dan batu saluran kencing
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Bengkak terpukul (memar) nyeri
Rheumatism, rheumatoid arthritis
Perdarahan (muntah darah, batuk darah, kencing darah, mimisan)
Wasir
Sirkulasi pembuluh sarah balik yang buruk
Sakit perut, disentri
Cacingan
Tidak nafsu makan
Lepra (Morbus Hansen), tuberkolosis
Keracuanan makanan (seperti jengkol, udang, kepiting)
Keracunan bahan kimia (gelmisium elegans, arsen dan obat-obatan)
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, cuci 30-60g herba segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Cara lain, giling herba sampai halus, lalu peras dan air perasannya diminum. Bisa juga, seduh 1-2g bubuk kering dengan air panas. Setelah dingin minum sekaligus. Untuk mengobati keracunan, jus 500-1.500 g herba pegagan segar, lalu minum sekaligus.
Untuk Pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit, seperti pada bisul, luka bakar, luka bernanah, tuberkulosis (TBC) kulit, herpes zoster, eksim, dan gigitan ular. Cara lain, rebus herba segar dan gunakan air rebusannya sebagai obat kumur pada sariawan atau mencuci luka berdarah dan bernanah. Ekstrak minyaknya dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Sabtu, 01 Mei 2010
Perangkap Serangga (Yellow Trap)

Monitoring hama yang menyerang tanaman harus dilakukan sesering mungkin agar didalam pengendalian Hama dilapangan dapat tepat sasaran dan bahan yang digunakan, tidak asal semprot ternyata berujung pada pemborosan biaya.Untuk mengamati hama yang menyerang kebun kita selain dengan melihat langsung hama yang menyerang bagian tanaman kita dapat pula menggunakan alat bantu berupa alat Perangkap Kuning (Yellow Trap), yaitu perangkap yang berwarna kuning sehingga dapat menarik serangga dan menjeratnya karena telah diolesi dengan lem. Hama yang dapat diperangkap dengan hama ini antara lain Kutu loncat, trips, kutu daun, dan semua golongan serangga yang tertarik dengan gelombang yang dipancarkan benda yang berwarna kuning.
Cara pembuatan Perangkap Kuning adalah sebagai berikut :
Bahan terdiri dari paralon 4 inci yang dipotong-potong sepanjang 25 cm, "Scot light" berwarna kuning yang mempunyai panjang gelombang lebih kurang 450 berukuran panjang 30,2 cm dan lebar 20 cm dan plastik transparan berukuran folio atau dapat pula menggunakan plastik mika yang berwarna kuning mengkilat dan warna transparant.Bagian atas dan bawah potongan paralon dicat warna hitam setinggi 3 cm dengan maksud agar lebih kontras (atau dapt menggunakan lakban hitam).
Plastik kuning direkatkan melingkar pada paralon dan dipaku pada bagian ujung tiang kayu dibagian dalam paralon. Kemudian dipasang dalam posisi berdiri diantara pohon-pohon setinggi kanopi tanaman. Dalam satu hektar tanaman diperlukan 10-14 perangkap kuning. Plastik transparant yang telah dilapisi lem perangkap tikus atau dapat pula menggunakan minyak goreng yang tidak berbau, kemudian dipasang melingkar pada perangkap dan dikaitkan dengan klip. Pengamatan dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan cara mengamati hama yang terjerat dengan mengambil plastik transparant yang telah ditutup plastik tipis. pada saat bersamaan, plastik transparant berlem yang baru, dapat dipasang untuk periode pengamatan selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




