Senin, 14 November 2011

BUDIDAYA SIRSAK (NANGKA BELANDA)

Deskripsi
Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah yang dapat dimakan, 20% kulit, 8,5% biji, dan 4%.poros tengah buah, dari berat keseluruhan buah. Kandungan gulanya sekitar 68% dari seluruh bagian padat daging buah. Sirsak merupakan sumber vitamin B yang lumayan jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah) dan vitamin C (20 mg/ 100 g daging buah), dan sedikit sampai sedang kandungan kalsium dan fosfornya. Sifat yang paling disenangi orang dari sirsak ini ialah harumnya dan aromanya yang sangat menggiurkan. Daging buahnya mirip dengan ‘cherimoya’, warna putihnya yang murni itu sangat stabil, walaupun sedang diolah. Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m, tajuknya cocok dengan model arsitektur Troll, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Daun berbentuk lonjong-bundar telur sungsang, berukuran (8-16) cm x (3-7) cm, ujungnya lancip pendek; tangkai daun panjangnya 3-7 mm. Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) cm x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5) cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 mm, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul. Buahnya yang matang, yang merupakan buah semu, berbentuk bulat telur melebar atau mendekati jorong, berukuran (10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau tua dan tertutup oleh duri-duri lunak yang panjangnya sampai 6 mm, daging buahnya yang berwarna putih itu berdaging dan penuh dengan sari buah. Bijinya banyak, berbentuk bulat telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat kehitaman, berkilap.
Manfaat
Sirsak dapat dimakan dalam keadaan segar sebagai pencuci mulut jika matang betul, atau dicampur dengan es krim atau susu dijadikan minuman yang lezat, seperti dilakukan di Jawa, Kuba, dan sebagian dari Amerika. Akan tetapi, buah ini lebih sering dimakan dalam bentuk ‘puree’ setelah daging buahnya diperas dan disaring. Juga dapat dijadikan selai buah, sari buah (setelah dicampur gula), nektar atau sirop. Juga digunakan dalam pembuatan eskrim. Di Indonesia dodol sirsak dibuat dengan cara daging buahnya dipanaskan dalam air dan diberi gula sampai campuran itu mengental. Di Filipina, buah sirsak muda beserta bijinya yang masih lunak digunakan sebagai sayuran. Buah tua yang masih keras dapat dibuat kue yang lezat rasa dan aromanya.
Syarat Tumbuh
Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1000 m dpl. dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung. Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, serta hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang d an pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah; ada indikasi bahwa untuk Annona spp. lainnya, balk kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya). Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus balk, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan dan penanaman Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktekkan di berbagai wilayah Amerika (misalnya di Kolumbia dan Venezuela). Akan tetapi, umumnya sirsak ditumbuhkan dari benih. Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya sifatnya sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih dapat ditanam langsung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 2030 hari, 85-90% dapat berkecambah dan semai itu dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan. Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindahtanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.
Pemeliharaan
Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong oleh pengairan tambahan. Pemupukan dengan pupuk kandang dan/atau NPK dalam dosis kecil beberapa kali dalam setahun dapat mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya. Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil, dan untuk menghilangkan kendala ini dianjurkan untuk penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya dapat berlangsung jika ada masa pembungaan yang jelas.
Hama dan Penyakit
Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan yang serius disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas hanya pada buah. Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah. Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemampuan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau barangkali ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. Penyakit busuk coklat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang sebaik-baiknya menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat menolong untuk menahan penyakit pada musim hujan berikutnya. Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak, dan kutu bubuk dapat bergerombol banyak sekali pada buah sirsak. Jika semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini. Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Annonaepestis bengalella adalah penggerek buah sirsak, dan ngengat ini tersebar dari India sampai ke Jawa dan Filipina. Ulat besar dari kupu-kupu Meganotron rufescens dan Papilio agamemnon sering sekali dijumpai memakan daun sirsak. Kerusakan yang disebatkan oleh ketiga jenis hama ini umumnya belum sampai mengharuskan dilakukannya pemberantasan secara kimiawi.
Panen dan Pasca Panen
Buah sirsak sebaiknya dipanen setelah tua benar tetapi masih keras. Buah ini dianggap tua jika duri-durinya sudah saling berjauhan dan warna kulitnya yang tadinya hijau berkilat telah berubah menjadi hijau kusam atau hijau kekuning-kuningan. Jika dipetik terlalu awal, kualitas buah akan jelek. Sebaliknya jika buah dibiarkan matang di pohon, seringkali buah itu dimakan oleh kelelawar sebelum jatuh ke tanah. Di daerah yang iklimnya tidak mengenal musim, buah sirsak dapat dijumpai sepanjang tahun, tetapi biasanya pohon sirsak memiliki 1-3 kali masa panen, dengan puncaknya yang nyata pada masa musim utama. Buah harus dipetik secara selektif; dipotong gagangnya dengan pisau yang tajam atau gunting setek, kemudian disimpan di dalam keranjang bambu yang telah dialasi dengan bahan yang empuk, seperti jerami.

Rabu, 26 Januari 2011

Pengendalian Lalat Buah

Lalat Buah merupakan hama potensial perusak utama hasil buah-buahan dan tanaman hortikultura lainnya.Kerusakan yang ditimbulkannya memang terbatas pada hasil buah saja. Buah menjadi berulat, rusak, dan busuk terkontaminasi oleh bakteri. Sedangkan tanamannya sendiri tidak terganggu, tetap normal, tumbuh sehat, serta akan berbunga dan berbuah seperti biasanya. Larva memakan daging buah, namun tidak mengganggu biji yang terdapat didalamnnya.Untuk menekan, mencegah, memberantas, dan mengeradikasi serangan lalat buah dapat dilakukan tindakan-tindakan antara lain :
  1. Sanitasi kebun,  dengan tujuan untuk memutus atau mengganggu siklus kehidupan lalat.Bentuk sanitasi yang perlu dilakukan diantaranya:
    • Buah-buah yang gugur dikumpulkan setiap hari lalu dibakar sehingga larva yang masih terdapat didalam buah tidak dapat meneruskan siklus hidupnya untuk berkepompong didalam tanah.
    • Lahan dibawah tajuk sebaiknya dicacah agak dalam, merata dan agak kering.kepompong yang terdapat didalam tanah akan terkena sinar matahari, akhirnya mati.
    • Semak-semak disekitar areal pertanaman, sampai radius 1.5 -  3 km, yang merupakan tempat hunian lalat dewasa pada saat tidak musim buah sebaiknya dibabat.
  1. Pembungkusan buah, untuk menghindari tusukan langsung alat peletak telur lalat buah betina maka perlu dibungkus buah tersebut sedini mungkin.Bahan pembungkus dapat menggunakan koran bekas, plastik yang berlobang atau pembungkus khusus.
  2. Pengasapan kebun, Lalat buah ternyata tidak menyukai asap. Asap diduga juga mengganggu dan memperulit gerak lalat. Pengasapan disekitar pohon dapat mengusir lalat, efektif selama tiga hari.
  3. Pemberantasan secara kimia, Menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat langsung disemprotkan ke tanaman, sekitaran tanaman ataupun dapat menggunakan sistem perangkap lalat buah
  4. Pemberantasan secara biologi, Lalat buah memiliki musuh alami anataranya golongan semut, lebah dan tawon. Musuh alami ini memarasit larva dan pupanya, khususnya larva yang baru keluar dari buah untuk berkepompong. Pemberantasan cara ini cukup efektif dan efisien.



Selasa, 14 Desember 2010

Mahoni (Swietenia mahagoni)

Klasifikasi: Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, tanaman ini termasuk dalam keluarga/familia Meliaceae. Tanaman yang di Indonesia dikenal sebagai mahoni ini mempunyai banyak nama sesuai dengan daerah atau negaranya. Di Bangli disebut sebagai mahagni. Di Belanda dikenal sebagai mahok. Orang Perancis menyebutnya acajou atau acajou pays, sementara tetangga kita (Malaysia) menamai tanaman ini cheriamagany. Lain lagi dengan orang Spanyol yang mengenalnya sebagai caoba/caoba de Santo/domingo. Di Indonesia sendiri tumbuhan berkayu keras ini mempunyai nama lokal lainnya, yaitu mahagoni, maoni atau moni. Asal usul tanaman ini dari Hindia Barat dan Afrika.
Morfologi Tanaman: Tanaman mahoni merupakan tanaman tahunan, dengan tinggi rata-rata 5 - 25 m (bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 m), berakar tunggang dengan batang bulat, percabangan banyak, dan kayunya bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3 - 15 cm. Daun yang masih muda berwarna merah dan setelah tua jreng..jreng.. bukan sulap bukan sihir, berubah menjadi hijau. Bunga tanaman mahoni adalah bunga majemuk, tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunganya lepas satu sama lain dengan bentuk menyerupai sendok, berwarna hijau. Mahkota bunga silindris, berwarna kuning kecoklatan. Benang sari melekat pada mahkota. Kepala sari berwarna putih/kuning kecoklatan. Tanaman mahoni ini baru akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Setelah berbunga, tahap selanjutnya adalah berbuah. Buah mahoni merupakan buah kotak dengan bentuk bulat telur berlekuk lima. Ketika buah masih imut berwarna hijau, dan setelah besar berwarna coklat. Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman. Buah yang sudah renta alias tua sekali kulit buahnya akan pecah dengan sendirinya dan biji-biji pipih itu akan bebas berterbangan kemana angin meniup. Bila jatuh ke tanah yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman mahoni generasi baru gitu lohh...
Syarat Tumbuh dan Perbanyakan: Tanaman mahoni ini merupakan tanaman tropis dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai. Tanaman ini menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung (tidak ternaungi). Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan banting, maksudnya... tahan hidup di tanah gersang. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, bisa juga dengan cangkok atau okulasi. Untuk tanaman mahoni yang akan digunakan sebagai tanaman obat, maka tidak boleh diberi pupuk kimia (anorganik) maupun pestisida.
Pemanfaatan: Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh. Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi). Dan sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua (primadona utamanya tetep jati donk..). Untuk mahoni yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan. Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang kabur setelah diobati dengan biji mahoni ini. Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan. Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akan digunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk.

Senin, 13 Desember 2010

KECIPIR, KACANG MULTI KHASIAT



Tanaman kacang-kacangan telah lama dikenal di bumi Nusantara ini. Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati yang saling melengkapi yang dapat dikombinasi dengan biji-bijian yang lain seperti beras maupun gandum. Komoditi ini juga ternyata potensial sebagai sumber zat gizi . Selain protein, yaitu mineral , vitamin B, carbohidrat dan serat makanan.Disamping diolah secara tradisional dengan cara direbus, dikukus, digoreng, disayur, sebenarnya potensi penggunaannya sangat luas untuk menghasilkan produk baru misalnya sebagai bahan baku tepung campuran ( flour mix ) yang dapat digunakan dalam pembuatan berbagai produk makanan termasuk makanan bayi.

Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanaman kacang-kacangan dengan berbagai variasi dalam bentuk ,warna, ukuran yang sebenaranya potensial untuk dijadikan sebagai sumber gizi dalam menu sehari hari makanan sehat bergizi dan berimbang. Kandungan serat tanaman kacang-kacangan tinggi, maka kacang-kacangan dapat dijadikan sumber serat dalam menu makanan kita sehari-hari yang mana tak kalah dibanding dengan serat makanan dalam buah-buahan dan sayuran yang dikenal dapat mencegah timbulnya kanker dan sebagainya ( Sutrisno Kusworo, 2008 ). Memang telah banyak dilakukan untuk mengangkat kacang-kacangan lokal Indonesia, seperti kacang kecipir, kacang tunggak, ( kacang tolo ) ,kacang jogo dan koro-koroan. Tetapi hasilnya ternyata masih belum memuaskan , artinya belum merakyat apalagi disejajarkan dengan kacang kedelai yang dengan bekennya dibuat tempe sebagai makanan rakyat. Di masyarakat usaha pembuatan tempe jenis kacang kedelai mendominasi hal ini meski kebutuhan bahan baku ini harus diimport dari mancanegara.

Nilai gizi kacang-kacangan memberikan sekitar 135 kkal per 100 gram bagian yang dapat dimakan . Jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100 gram ( 1 ons ) , maka jumlah itu akan mencukupi sekitar 20 % kebutuhan protein dan 20 % kebutuhan serat per hari . Menurut ketentuan pelabelan internasional, jika suatu bahan / produk pangan dapat
menyumbangkan lebih dari 20 % dari kebutuhan suatu zat gizi per hari, maka dapat dinyatakan sebagai bahan atau produk pangan yang tinggi akan gizi tersebut ( Sutrisno Kusworo, 2008 ).

Dengan teknologi pengolahan yang semakin maju kacang-kacangan tidak hanya diolah dengan cara-cara tradisional tetapi dapat dibuat ingredient misalnya tepung, konsentrat atau isolat protein. Kelebihan dari pengolahan ini adalah apabila dicampurkan dengan tepung beras atau gandum produk ingredient tersebut dapat memberikan sifat-sifat fungsional yang dikehendaki. Protein dalam tepung kacang-kacangan dapat memberikan sifat pengemulsi minyak yang baik, membentuk busa , membentuk gel, menangkap atau menahan air dan mempunyai warna dan bau yang dapat diterima. Contoh pengolahan tepung dari kecambah ternyata dapat menghilangkan berbagai senyawa anti gizi didalamnya, dapat mempertahankan mutu proteinnya dan mengandung Vit C yang cukup tinggi. Kacang-kacangan dapat juga digunakan sebagai bahan utama atau bahan tambahan dalam fermentasi berbagai makanan misalnya kecap, tempe, tahu dan dapat juga sebagai bahan baku pembuatan bermacam-macam snack. Keunggulan mengkonsumsi makanan yang bersumber kacang-kacangan , memang ada penelitian yang telah dilakukan , ditemukan berbagai masalah dalam pemanfaatan kita mengkonsumsi seperti tripsin inhibitor, lektin atau hemaglutinin, tanin dan filtrat dapat dihilangkan dengan pemasakan dan cara pengolahan yang benar. Masalah timbulnya flatulensi ( kembung perut ), keterbatasan kandungan sitein dan metionin dan lamanya waktu pemasakan telah dapat diatasi dengan baik.

Untuk menumbuhkan minat masyarakat agar senantiasa menyertakan kacang-kacangan dalam menu makanan kita sehari-hari, perlu kiranya masyarakat diberikan informasi tentang hal tersebut dengan benar. Sehingga masyarakat bisa dan terbiasa mau mengkonsumsi kacang-kacangan karena pemahaman nilai gizi yang sangat kita butuhkan demi hidup layak dan sehat.

A. Deskripsi Tanaman Kecipir
Tanaman kecipir ( Psophocarpus tetragonolobus ) merupakan tanaman tropis yang jumlahnya sangat melimpah di negara agraris, contohnya di Indonesia. Kecipir berasal dari Indonesia bagian timur. Di Sumatera dikenal sebagai kacang botol atau kacang belingbing / kacang embing, jaat ( Sunda ), kelongkang ( Bali ), biraro ( Ternate ), cubilet ( Banda ) dalam bahasa inggris disebut Winged bean. Tanaman kecipir mudah untuk dibudidayakan ,. Umumnya masyarakat menanamnya hanya untuk sekedar penutup pagar. Hal ini dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari kecipir masih kurang.Dibanding dengan hasil produksi dari kacang tanah , kecipir cukup menjanjikan. Produksi kecipir mencapai 2.380 kg /ha, sedangkan kacang tanah dan kedelai masing –masing hanya 1.000 kg /ha dan 900 kg/ha ( Rismunandar,1986 ).

1. Klasifikasi

Dalam kalasifikasi dunia tumbuhan, tanaman kecipir diklasifikasi sebagai berikut:
Devisi : Spermatophyta
Sub devisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Rosales
Suku : Papillionaceae
Marga : Psophocarpus

2. Habitat dan Cara tumbuh

Tanaman kecipir merupakan tanaman tahunan, tumbuh menjalar di atas tanah atau merambat pada tanaman lain atau dapat juga dibuatkan penyangga untuk merambat, bunga mampu menyerbuk sendiri. Kecipir cocok ditanam di negara kita , dari dataran rendah hingga dataran tinggi ( sampai ketinggian 1600 m dpl ) kecipir dapat tumbuh. Tanaman kecipir bisa hidup ditanah dengan bahan organik rendah, lempung, berpasir, maupun tanah kering.
3. Batang kecipir
Batang bulat beralur, beruas dan berwarna hijau.

4. Daun

Daun majemuk berbentuk segitiga, beranak daun tiga, ujung lancip pangkal tumpul,
tepi rata dengan panjang kurang lebih 7- 8,5 cm pertulangan menyirip, letak berseling , tangkai daun bulat beralur, bagian atas berlekuk memanjang, pangkal dan ujung menebal , berwarna hijau dengan noda-noda kuning.

5. Sistem perakaran

Tanaman kecipir memiliki akar tunggang berwarna putih kecoklatan.

6. Buahnya

Buahnya berpolong dengan 4 siku yang bersayap atau bergelombang.

7. Biji kecipir

Bentuk bulat warna hitam kecokelatan. Memiliki kulit biji keras karena mengandung
hemiselulosa dan selulosa.
B. Nilai Gizi Kecipir Hubungannya dengan Kesehatan
1. Kandungan zat gizi.
Gizi adalah zat atau unsur-unsur kimia yang terkandung dalam makanan yang diperlukan untuk metabolisme di dalam tubuh secara normal.

a. Karbohidrat & Protein

Biji kecipir tua komposisi gizinya paling baik. Mengandung protein, lemak , karbohidrat, vitamin dan mineral cukup tinggi dibanding polong muda , umbi maupun daunnya. Protein dan karbohidrat biji kecipir bahkan mengungguli kacang tanah dan hampir setara kacang kedelai.

b. Asam amino

Asam aminonya hampir sama dengan kedelai, sebagaii sumber protein yang baik. Namun pada biji kecipir juga kekurangan asam amino seperti sistein,methionin, triftofan, sehingga pemanfaatan protein oleh tubuh kurang efisien. Kecipir kaya akan asam amino Lisin
mencapai 413 – 600 mg per 100 g N, sedang pada kedelai hanya 399 mg per 100 g N. Asam amino lisin berperan penting dalam proses pertumbuhan. Untuk menutupi kekurangan asam amino lisin dapat dikombinasikan bahan pokok lain seperti beras, jagung, dan umbi-umbian, karena itu biji kecipir layak dijadikan lauk sebagai hidangan

c.Vitamin.

Vitamin : Betakaroten, thiamin, riboflavin, niasin, asam askorbat.Tokoferol : dalam
minyak biji kecipir dapat mengkatalis Vitamin A

d.Mineral.

Mineral : kalsium ( 2,3 g ) , magnesium (2,25 g ),kalium ( 1,10 g ) , fosfor ( 4,5 g )dan besi ( 10,8 g dapat mengatasi /mencegah anemia ) Baik untuk ibu hamil maupun menyusui.
e.Sumber serat
Jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100 gram ( 1 ons ) , maka jumlah itu akan mencukupi sekitar 20 % kebutuhan protein dan 20 %
kebutuhan serat per hari .
2. Kandungan Zat Lain Bukan Gizi

a. Bau Langau
Biji kecipir menghasilkan bau langau, menyebabkan hasil olahan makanan ini belum dapat diterima di masyarakat luas. Bau langau disebabkan oleh aktivitas Enzym lipoksigenase yang secara alami terdapat pada kacang-kacangan.Perendaman biji selama empat jam diikuti dengan pengukusan pada suhu 100 derajat celcius selama 10 menit, sudah cukup untuk menginaktifkan enzym lipoksigenase dan memperbaiki bau pada olahan ini.
b.Kandungan racun
Biji dan daun kecipir mengandung racun flavanoid, saponin dan tanin.

3. Manfaat bagi kesehatan


a. Pelangsing tubuh dan gairah seksual.

Oleh masyarakat Arab, Pakistan dan China , biji kecipir dapat dijadikan obat tradisional yaitu untuk kesehatan kulit, pelangsing tubuh dan peningkat gairah seksual.

b.Obat sariawan

Di Indonesia umbi kecipir dapat dijadikan sebagi obat sariawan dengan cara ditambah gula batu.

c.Obat kebugaran tubuh / pemulih energi

Daun kecipir yang berwarna gelap dapat dijadikan sebagai obat pemulih energi / kebugaran tubuh.

d. Turunkan LDL , Naikkan HDL

Selain protein, lemak biji kecipir relatif tinggi sekitar 15-20 %. Sekitar 71 % nya merupakan asam lemak tidak jenuh, terutama asam linoleat, Asam linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh omega 6. Asam lemak omega 6 ( dari biji-bijian ) dan omega 3 ( ikan laut ) dibutuhkan untuk kesehatan tubuh yang prima. Lemak dalam kecipir terdiri atas asam lemak tak jenuh yang bermanfaat menurunkan kadar total kolesterol. Sementara lemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol adalah lemak jenuh yang banyak terdapat pada daging. Lemak
tak jenuh mampu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL. LDL disebut kolesterol jahat karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah, LDL merupakan pembawa kolesterol terbanyak, yaitu kurang lebih 60 persen dari total plasma , HDL disebut kolesterol baik, HDL dapat membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati,
C. Macam-macam produk olahan

1. Polong muda, daun dan bunga kecipir

Kecipir merupakan tanaman pangan multimanfaat.Hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan oleh kita sebagai bahan pangan setiap bagian dari tanaman ini selalu ada manfaatnya, buahnya /polong yang masih muda, bunganya dapat dijadikan sayur atau sebagai lalap , direbus atau dicampur sayuran lain sebagai sayur asam, sayur
lodeh, urap, karedok, pecel, gado-gado, ditumis atau dioseng dibuat salad atau sup. Disamping dapat dibuat sayur bunga kecipir dapat diolah menjadi bumbu, rempah-rempah, permen, dan bahan pewarna alami.

2. Biji kecipir

Biji kacang kecipir sama dengan biji kacang kedelai atau kacang-kacangan yang lain biji dapat diolah menjadi tempe . Pembuatan tempe kacang kecipir yang dikombinasi dengan beras dapat diolah menjadi tempe yang tinggi protein.

3. Umbi kecipir

Umbi dari kecipir rasanya agak manis, daging berwarna putih gading, berserat kokoh seperti apell tetapi bau kurang sedap , umbi ini dapat dolah sebagai bahan pangan yang kaya akan zat gizi.


DAFTAR PUSTAKA

Margono, T, Suryati, D, Hartinah, S, 1993, Buku Panduan Teknologi
Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI
bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation.

-----------------Guna kecipir. Selera, X (4), April 1991: 44-46

.----------------Profil industri tauco Jakarta : Proyek Bimbingan dan Pengnembangan Industri Kecil, Departemen Perindustrian, s.a

Rais , S. A, 2004, Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor

Zuraida, N, Somantri, I,H. Silitonga, T,S, Budiarti, S, G. Hadiatmi, Minantyorini, Sri Widowati, dan A. Hidayat, 2001,Evaluasi Sifat Fisiko Kimia dan Fungsional Plasma Nutfah Tanaman Pangan. Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Selasa, 16 November 2010

Galeri Photo Komcita (1)

Lengkeng Itoh berbuah lebat

 Lengkeng Itoh berbuah lebat(2)
 Jeruk Tebas







Dragon fruit

Kamis, 30 September 2010

Buah Tidak Normal, Kenapa?


Rasa senang muncul ketika kita melihat pohon yang kita tanam dan tunggu bertahun-tahun ternyata sudah mulai berbuah, tapi setelah menjelang panen kekecewaan muncul melihat buah yang diharap-harapkan banyak yang afkir/rusak akibat buah yang bentuknya tidak normal (abnormal).Mengapa hal ini terjadi, apa yang salah? padahal selama ini kita melakukan perawatan sudah intensif, pemupukan sudah rutin dan menggunakan pupuk yang mahal...
Bentuk buah yang tidak normal, seperti bentuknya kecil dari biasanya, warna, rasa dan ketebalan daging menjadi berbeda atau buah menjadi pecah-pecah dan sebagainya. Bentuk buah seperti ini digolongkan sebagai bentuk buah yang tidak normal yang timbul sebagai akibat adanya kelainan atau gangguan fisiologis. Kelainan Fisiologis menurut buku Mengatasi Buah Rontok,Busuk dan Berulat (M.Baga Kalie, 2000) adalah terjadi akibat adanya ketidakseimbangan metabolisme yang dirangsang oleh suatu penyebab sehingga menimbulkan pelbagai gangguan atau kerusakan pada sel atau jaringan.Beberapa Penyebabnya diantaranya adalah kekurangan atau kelebihan hara, iklim yang tidak serasi, dan polusi udara atau gas.

Jumat, 24 September 2010

ULAT API, CANTIK TAPI PERUSAK SAWIT




Ulat Api (Setora nitens Wlk) merupakan salah satu hama yang berpengaruh dalam kelangsungan budidaya. Bagaimana tidak? Hama ini sering sekali menyerang areal pertanian. Sekitar tahun 2007 saja, hama ini dapat menyerang 500 ha kelapa sawit. Tentu saja kerugian yang ditumbulkan sangat besar.

Ulat ini disebut ulat api karena jika bulunya mengenai kulit akan menyebabkan rasa panas yang luar biasa. Ulat ini termasuk ke dalam ulat yang rakus, karena memakan semua jenis tanaman. Tanaman sering menyerang tanaman kelapa sawit, kelapa, jeruk, teh, kopi dan tanaman lainnya.

Di areal budidaya ulat ini ditemukan dengan berbagai macam warna antara lain hijau kekuningan, kuning orange atau merah orange. Pada tubuhnya juga sering terdapat bercak-bercak warna seperti hitam, kuning dan merah. Dengan warna yang sedemikian ulat ini kelihatan cantik, walaupun sebenarnya sedikit berbahaya.

Pada punggung ulat ini terdapat bulu-bulu yang runcing. Bulu tersebut tumbuh berbaris membentuk garis sejajar dari kepala hingga ke ekornya. Pada kedua ujungnya terdapat bulu dengan ukuran lebih panjang. Bulu-bulu inilah yang jika terkena kulit menyebabkan rasa panas dan biasanya diikuti dengan membengkaknya bagian yang tertusuk.

Seperti ulat yang lain, ulat ini juga merupakan proses metamorfosis. Setelah berbentuk ulat, dalam waktu 25-40 hari dia akan berubah menjadi kepompong. Kepompongnya berwarna coklat dengan ukuran 10-15 mm. Masa berkepompongnya berkisar antara 20 sampai 30 hari. Setelah menjadi kepompong akan terbentuk ngengat berwarna coklat sedikit keabu-abuan. Ngengat betina dewasa dapat bertelur mencapai jumlah 300 butir.